Lagi, Putri Saudi Memohon Raja Salman Membebaskannya dari Penjara

Rabu, 29 April 2020 - 00:15 WIB
loading...
Lagi, Putri Saudi Memohon...
Putri Basmah binti Saud dari Kerajaan Arab Saudi. Foto/Wikipedia
A A A
RIYADH - Seorang putri Kerajaan Arab Saudi yang dipenjara memohon kepada pamannya; Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, dan sepupunya; Putra Mahkota Mohammed bin Salman, untuk membebaskannya dari penjara.

Putri Basmah binti Saud bin Abdulaziz al-Saud, 55, berharap kedua penguasa tersebut bisa menemukan keadilan di hati mereka selama bulan suci Ramadhan. Permohonan pembebasan ini disampaikan hari Senin dan merupakan permohonan yang kedua pada bulan ini.

Permohonan pertama diajukan awal bulan ini. Itu juga menjadi permohonan pertama sejak dia "menghilang" lebih dari setahun yang lalu. Dia menjelaskan dalam serangkaian tweet bahwa dia ditahan secara sewenang-wenang di penjara al-Hair di Riyadh, dan bahwa kesehatannya memburuk parah.

Pernyataan permohonan kedua juga diunggah di akun Twitter-nya, @PrincessBasmah pada Selasa (28/4/2020).

"Minggu ini, umat Islam di seluruh dunia memulai bulan suci Ramadhan kami, yang sebagian besar dari kita akan menghabiskan (waktu) bersama keluarga, bahkan jika sangat terbatas karena pandemi yang berkelanjutan," tulis dia, merujuk pada pandemi virus corona baru (COVID-19).

"Saya... akan menghabiskan bulan di penjara al-Hair kecuali paman saya, Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, dan sepupu saya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman al-Saud, memutuskan untuk melepaskan saya," lanjut Putri Basmah.

Sang putri mengulangi ceritanya bahwa dia telah diculik dengan salah satu putrinya, tanpa tuduhan atau investigasi. Dia mengaku kondisi kesehatannya sangat kritis.

Dia berharap raja dan putra mahkota untuk menemukan di dalam hati mereka rasa keadilan yang seharusnya diresapi pada setiap Muslim selama bulan Ramadhan, dan melepaskan kerabat mereka yang ditahan secara sewenang-wenang dalam kondisi yang terburuk.

Dia juga mengklarifikasi bahwa pernyataan pertamanya dua minggu yang lalu telah dihapus karena "pelanggaran akun", dan bahwa semua posting mulai sekarang akan diterbitkan oleh kantor medianya.

Sang putri adalah anak bungsu dari mantan Raja Saud bin Abdulaziz al-Saud, raja kedua Arab Saudi. Dia juga cucu dari Ibn Saud, pendiri dan raja pertama Arab Saudi.

Dia telah membangun reputasi sebagai anggota keluarga kerajaan Saudi yang blakblakan, karena di masa lalu menyerukan negara itu untuk mengadopsi monarki konstitusional, mengkritik polisi agama, dan berbicara tentang isu-isu hak asasi manusia dan perempuan.

Dalam wawancara Januari 2018 dengan BBC Arabic, yang diyakini sebagai penampilan utama media terakhirnya, Putri Basmah mendesak Arab Saudi untuk mengakhiri intervensi militernya di Yaman.

Berita penahanannya muncul hanya beberapa minggu setelah sejumlah pangeran Saudi ditangkap sebagai bagian dari "pembersihan massal" oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Kerabat sejumlah tahanan politik Saudi juga menyerukan agar orang yang mereka cintai dibebaskan selama Ramadhan di tengah kekhawatiran bahwa virus corona baru mungkin menyebar di pusat-pusat penahanan.

Pada hari Jumat, kematian aktivis terkemuka Saudi; Abdullah al-Hamid, saat berada dalam tahanan memicu kejutan dan kecaman.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Sekutu Trump: Pangeran...
Sekutu Trump: Pangeran MBS Bisa Akui Israel Hari Ini, Masalahnya Ada di Raja Salman
Eks Wamenaker Noel Resmi...
Eks Wamenaker Noel Resmi Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun Penjara
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Kecelakaan Maut Minibus...
Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
5 Momen Terbaik dari...
5 Momen Terbaik dari Penobatan Raja Charles III
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved