China Haruskan Penumpang Pesawat dari Luar Negeri Bebas Covid-19

Selasa, 21 Juli 2020 - 14:45 WIB
loading...
China Haruskan Penumpang...
Penumpang memakai masker di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing, Beijing, China, 23 Januari 2020. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Para penumpang pesawat dengan tujuan China harus menunjukkan bukti hasil tes negatif Covid-19 sebelum naik ke pesawat. Kebijakan ini untuk mengurangi risiko kasus impor virus corona di tengah meningkatnya perjalanan internasional.

"Tes asam nukleat harus ada dalam lima hari pemberangkatan," ungkap Badan Penerbangan Sipil China (CAAC) dalam websitenya. Tes harus dilakukan dilakukan di sejumlah fasilitas yang ditentukan atau diakui Kedutaan Besar China di negara asal.

"Kedubes China akan secara hati-hati menilai kapasitas tes di negara asal dan menyusun prosedur perjalanan saat syarat tes dipenuhi," papar CAAC.

Pengumuman ini muncul saat berbagai negara kesulitan dalam kapasitas dan kecepatan tes. Di Amerika Serikat (AS), memperoleh hasil tes dapat membutuhkan waktu hingga dua pekan.

Adapun di negara lain, tes asam nukleat dilakukan untuk orang yang memiliki kontak dekat dengan pasien Covid-19 atau yang memiliki gejala penyakit itu.

Bulan lalu, CAAC mengizinkan lebih banyak maskapai asing kembali beroperasi di China dan menambah penerbangan ke negara itu saat ekonomi kembali pulih. (Lihat Infografis: Jejak Hilangnya Palestina dari Google Maps dan Apple Maps)

Deutsche Lufthansa AG akan meningkatkan jumlah penerbangan menuju dan dari China dalam beberapa pekan mendatang. Air France KLM SA telah menerima persetujuan untuk menambah lebih banyak penerbangan China. (Lihat Video: Seorang Nenek Renta di Banyuasin Digugat Anaknya Sendiri Perihal Warisan)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
China Uji Rudal Hipersonik,...
China Uji Rudal Hipersonik, Bisa Targetkan Pesawat Pengebom AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved