Bunuh Vladimir Putin Dianggap Cara Termudah Akhiri Perang Ukraina, Rusia Murka

Kamis, 20 April 2023 - 08:02 WIB
loading...
Bunuh Vladimir Putin...
Rusia marah atas kutipan media Jerman yang menyerukan pembunuhan Presiden Vladimir Putin sebagai cara termudah akhiri perang di Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Pemerintah Rusia marah setelah media Jerman menampilkan kutipan berisi seruan membunuh Presiden Vladimir Putin sebagai cara termudah untuk mengakhiri perang di Ukraina .

Kremlin, melalui Duta Besar Rusia untuk Jerman Sergey Nechaev, mengecam keras harian Die Weltatas publikasi kutipan tersebut. Menurut Nechaev, surat kabar tersebut "mencapai titik terendah" dalam semangat anti-Rusia.

Seruan membunuh Putin itu merupakan kutipan dari wawancara dengan kolumnis Amerika Serikat (AS) Fred Kaplan. di mana dia mengatakan; "Cara termudah mengakhiri konflik Ukraina berarti seseorang membunuh Putin."

"Die Welt telah meninggalkan [jejak] seruan de facto untuk pembunuhan ini, tidak dihapus dan tidak dikomentari dan bahkan menggunakannya sebagai tajuk utama," kesal Nechaev dalam sebuah posting yang diterbitkan di akun Telegram Kedutaan Rusia, sebagaimana dikutip Russia Today, Rabu (19/4/2023).

Baca Juga: Eks Pejabat CIA Prediksi Putin Bakal Seperti Mayat Berjalan karena Disingkirkan Jenderalnya

Diplomat Rusia itu merujuk ke akun Twitter surat kabar Die Welt, yang menggunakan kutipan "membunuh" untuk menarik perhatian pada wawancara dengan Kaplan di media sosialnya.

“Sangat disayangkan bahwa beberapa media Jerman terus melewati batas dan mencapai titik terendah,” kata Nechaev. "Walaupun ini keterlaluan, ini tidak lagi mengejutkan," katanya lagi.

Kaplan membuat pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan Die Welt tentang "skenario paling masuk akal" untuk mengakhiri konflik militer antara Moskow dan Kiev, yang kini telah berlangsung selama lebih dari setahun.

“Cara termudah untuk mengakhiri ini adalah seseorang membunuh Putin,” kata Kaplan, menambahkan bahwa pemimpin baru kemudian dapat berkuasa, yang akan menyatakan operasi militer Rusia di Ukraina sebagai “kebodohan” dan mendapatkan dukungan dari elite Rusia untuk mengakhiri konflik.

Kaplan, seorang jurnalis dan ilmuwan politik Amerika, mengatakan dia tidak percaya bahwa Moskow akan menang, serta menambahkan bahwa jika tidak, konflik dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan berpotensi berakhir dengan kesepakatan yang akan melibatkan AS dan China sebagai penjamin.

Kolumnis AS juga mengakui bahwa Kiev sepenuhnya bergantung pada bantuan AS dan penghentian bantuan ini dapat memaksa pemerintah Ukraina untuk mencapai kesepakatan dengan Moskow. “Tanpa bantuan AS, [Ukraina] tidak akan bertahan lama,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved