Perang Terus Berkecamuk di Sudan, Lebih dari 180 Orang Tewas

Selasa, 18 April 2023 - 23:01 WIB
loading...
A A A
Kekerasan itu telah meningkatkan momok perang saudara ketika warga Sudan berusaha menghidupkan kembali dorongan untuk pemerintahan sipil yang demokratis setelah puluhan tahun pemerintahan militer.

Seruan Gencatan Senjata

Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amerika Serikat, dan sejumlah pihak lainnya telah menyerukan gencatan senjata. Mesir, yang mendukung militer Sudan, dan Arab Saudi serta Uni Emirat Arab – yang menjalin hubungan dekat dengan RSF karena mengirim ribuan pejuang untuk mendukung perang di Yaman – juga menyerukan kedua belah pihak untuk mundur.

Pada hari Senin, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres kembali meminta pihak yang bertikai untuk segera menghentikan permusuhan" memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat menghancurkan negara dan kawasan.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang menghadiri pertemuan G7 di Jepang, berbicara melalui telepon dengan Burhan dan Dagalo secara terpisah dan menggarisbawahi urgensi mencapai gencatan senjata, menurut wakil juru bicara utama Departemen Luar Negeri, Vedant Patel.

Dalam pernyataan bersama pada hari Selasa, para menteri luar negeri G7 mengutuk pertempuran itu.

"Kami mendesak para pihak untuk segera mengakhiri permusuhan tanpa prasyarat," kata para menteri luar negeri G7, menyerukan mereka untuk kembali ke negosiasi dan mengurangi ketegangan.

Sementara itu, tentara Sudan menyatakan RSF sebagai kelompok pemberontak dan memerintahkan pembubarannya pada Senin.

Karena pertempuran tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, Dagalo di Twitter menyerukan masyarakat internasional untuk campur tangan melawan al-Burhan, mencapnya sebagai "Islamis radikal yang membom warga sipil dari udara".

Baca Juga: Konflik Sudan Memanas: Militer Bombardir Basis RSF, 97 Warga Sipil Terbunuh

Dalam pernyataan langka sejak pertempuran berkobar, al-Burhan mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Sabtu bahwa dia terkejut dengan Pasukan Pendukung Cepat yang menyerang rumahnya dan bahwa apa yang terjadi seharusnya mencegah pembentukan pasukan di luar tentara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Jenazah Khamenei Disemayamkan...
Jenazah Khamenei Disemayamkan di Teheran, Prosesi Pemakaman Digelar Sepekan
Trump Klaim Bikin Iran...
Trump Klaim Bikin Iran Tak Berkutik: Kita Hancurkan Rudal Iran
Rekomendasi
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
Berita Terkini
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved