Daftar Isi Bocoran Dokumen WikiLeaks yang Sempat Menggemparkan Dunia

Senin, 17 April 2023 - 16:15 WIB
loading...
Daftar Isi Bocoran Dokumen...
Pendiri WikiLeaks Julian Assange. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Belakangan ini, publik internasional tengah digemparkan dengan bocornya dokumen rahasia milik Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang lebih dikenal dengan dokumen Pentagon.

Dalam dokumen itu, terungkap berbagai fakta mengejutkan dan sangat serius, terutama menyoal perang Rusia dan Ukraina yang sudah terjadi lebih dari setahun.

Beberapa negara seperti Ukraina, Rusia, China, Iran, Korea Selatan, dan Mesir turut dibicarakan dalam dokumen yang bocor itu.

Menyusul bocornya dokumen Pentagon, pemerintah menyatakan bahwa keamanan nasional AS sudah pasti akan terancam. Pihak Departemen Kehakiman langsung menggelar investigasi dan mengusut kasus kebocoran ini.

Baca juga: Pelanggan Ngamuk Tak Dapat Sayap Ayam, Tabrak Restoran dengan Truk Derek

Selain itu, terlibat pula pejabat dari Gedung Putih dan Pentagon dalam pengusutan tersebut. Kementerian Luar Negeri China juga menuntut penjelasan AS atas apa yang sudah terjadi.

China menuding adanya keterlibatan mendalam AS dalam krisis di Ukraina.

Fenomena kebocoran dokumen Pentagon itu mengingatkan publik dengan kasus serupa tahun 2015, ketika dokumen WikiLeaks bocor. WikiLeaks sendiri merupakan laman internet yang mempublikasikan rahasia AS.

Melansir DW, mulai tahun 2006 terdapat laman internet yang berfungsi mengumpulkan berbagai materi informasi rahasia.

Pengkategorian dokumen rahasia itu dilakukan langsung oleh pemerintah, perusahaan, dan pihak lain yang melakukan publikasi. Laman tersebutlah yang kemudian dikenal dengan WikiLeaks.

Pada Juni 2015 WikiLeaks merilis dokumen rahasia yang disinyalir berasal dari diplomat Arab Saudi. Di sana diketahui fakta bahwa Iran mengirim peralatan nuklir ke Sudan pada tahun 2012.

Kontainer asal Iran tiba di Sudan dan membawa peralatan teknis sensitif dalam bentuk sentrifugal guna memperkaya uranium. Sementara itu, pengiriman keduanya akan tiba di bulan Juni 2015.

Bocoran informasi tersebut terkuak setelah 60 ribu file rahasia, yang disebut berasal dari Kedubes (Kedutaan Besar) Arab Saudi di banyak negara, dirilis oleh Wikileaks pada pekan sebelumnya.

Dokumen lain yang juga dibocorkan WikiLeaks bergulir pada Oktober 2015. Kali ini, CIA atau intelijen AS yang menjadi sasarannya.

Dokumen rahasia itu diklaim berasal dari akun surel (surat elektronik/email) Direktur CIA John Brennan. Di dalamnya terdapat fakta mengenai kejelekan CIA dan kebijakan AS terhadap negara-negara lain.

WikiLeaks menyebut “aib” kerja CIA di Afghanistan dan beragam aksi penyiksaan agennya kepada para tahanan. Seorang pelajar SMA dikabarkan sebagai pihak yang berada di balik kebocoran itu. Ia berhasil membajak surel pribadi Brennan dan menguras informasinya.

Masih di tahun yang sama, masyarakat dunia dikagetkan dengan bocornya 170 ribu surel dan sekitar 20 ribu dokumen dari Sony Pictures, yang dipublikasikan WikiLeaks.

Perusahaan raksasa di bidang hiburan dan film itu diretas usai merilis film The Interview, yang terkesan memojokkan Korea Utara.

Dalam dokumen itu, disebutkan bahwa beberapa pemerannya seperti Amy Adams dan Jennifer Lawrence menerima bayaran yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan aktor pria.

Kembali mundur pada tahun 2010, WikiLeaks merilis sebuah video yang menunjukkan adanya pembunuhan warga sipil di Baghdad, Irak.

Dalam yang berasal dari helikopter milik AS itu, terdengar suara di transmisi yang mendorong pilot untuk melakukan sebuah tindakan.

Orang-orang di sekitar jalan di Baghdad lantas ditembaki dari atas helikopter. Tak berselang lama, terlihat sebuah mobil van yang datang untuk menjemput para korban. Sayangnya, mobil itu juga turut dihujani peluru.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved