Putin Teken Undang-undang yang Permudah Mobilisasi Warga Sipil Menjadi Tentara

Sabtu, 15 April 2023 - 12:30 WIB
loading...
Putin Teken Undang-undang...
Putin Teken Undang-undang yang Permudah Mobilisasi Warga Sipil Menjadi Tentara. FOTO/TASS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang akan mempermudah memobilisasi warga menjadi tentara , dan menghalangi mereka melarikan diri dari negara jika dirancang.

Lebih dari setahun setelah Moskow meluncurkan ofensifnya di Ukraina, kekhawatiran tinggi di Rusia bahwa pemerintah sedang merencanakan gerakan mobilisasi baru muncul, setelah sebuah undang-undang diajukan melalui parlemen minggu ini untuk membuat sistem draf digital.

Baca juga: ICC Bikin Afrika Selatan Dilema, Tangkap Vladimir Putin atau Tidak

Di bawah undang-undang, yang ditandatangani Putin pada Jumat (14/4/2023), seorang wajib militer akan dilarang bepergian ke luar negeri dan harus melapor ke kantor pendaftaran setelah surat panggilan elektronik diterima.

Menurut undang-undang, hard copy draf pesanan yang dikirimkan kepada orang yang memenuhi syarat untuk dinas militer akan dilengkapi dengan salinan elektronik. Panggilan elektronik akan dianggap dilayani setelah diposting ke akun orang tersebut di "layanan online yang relevan, dalam sistem informasi".

“Jika surat panggilan tidak disampaikan secara tertulis atau elektronik, maka surat panggilan dianggap telah disampaikan setelah lewat tujuh hari sejak tanggal didaftarkan dalam draft register,” sebut laporan kantor berita TASS.

Baca juga: Begini Cara Vladimir Putin Bingungkan Intel Musuh yang Melacaknya

Pembatasan sementara juga akan dikenakan pada orang-orang jika mereka tidak datang ke kantor wajib militer mereka tanpa alasan yang sah dalam waktu 20 hari sejak tanggal mereka menerima panggilan. “Mereka dapat dilarang mendaftar sebagai pengusaha perorangan, mendaftarkan kendaraan dan real estat mereka, SIM mereka dapat ditangguhkan dan aplikasi pinjaman ditolak,” lanjut laporan tersebut.

Siapa pun yang memenuhi syarat untuk dinas militer, jika mereka tidak menjalani panggilan militer, harus datang ke kantor pendaftaran mereka dalam waktu dua minggu sejak awal periode wajib militer berikutnya.

Puluhan ribu orang melarikan diri dari Rusia musim gugur lalu, setelah Putin mengumumkan mobilisasi untuk menopang pasukan di Ukraina.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Harry Kane Pecahkan...
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker di Piala Dunia
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Sejarah! Kongo Tundukkan...
Sejarah! Kongo Tundukkan Uzbekistan Lewat Laga Dramatis dan Tantang Inggris di 32 Besar
Berita Terkini
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved