Parlemen Mesir Gelar Pemungutan Suara Soal Pengerahan Tentara ke Libya

Senin, 20 Juli 2020 - 22:38 WIB
loading...
Parlemen Mesir Gelar...
Parlemen Mesir dilaporkan akan melakukan pemungutan suara untuk memberikan wewenang kepada presiden untuk mengerahkan pasukan ke negara Libya. Foto/Ist
A A A
KAIRO - Parlemen Mesir dilaporkan akan melakukan pemungutan suara untuk memberikan wewenang kepada presiden untuk mengerahkan pasukan ke negara Libya. Pengerahan pasukan bisa dilakukan jika pasukan yang didukung Turki di Libya, yang bersekutu dengan pemerintah di Tripoli, bergerak untuk merebut kembali kota Sirte.

Intervensi lebih lanjut Mesir akan mengguncang Libya yang kaya minyak dan menempatkan dua sekutu Amerika Serikat (AS), yakni Turki dan Mesir, dalam kemungkinan konfrontasi langsung.

( Baca juga: Erdogan Tuding Aksi Mesir dan Uni Emirat Arab di Libya Ilegal )

"Pemungutan suara awalnya dijadwalkan untuk hari Minggu tetapi dipindahkan ke Senin dalam sesi tertutup," ujar anggota parlemen Mesir, Mustafa Bakry seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (20/7/2020).

Parlemen Mesir, yang mayoritas adalah pendukung Presiden Abdel-Fattah al-Sissi, kemungkinan besar akan memilih mendukung pengiriman pasukan ke Libya.

Libya jatuh ke dalam kekacauan ketika pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011 menggulingkan Moammar Gadhafi yang kemudian dibunuh. Negara itu sekarang terpecah antara pemerintah di timur yang dipimpin Jenderal Libya Khalifa Haftar dan satu di Tripoli.

( Baca juga: Berburu Kuota Gratis, Siswa di Surabaya Ini 'Sekolah' di Warkop )

Konflik telah meningkat menjadi perang proksi regional yang dipicu oleh kekuatan asing yang mengerahkan senjata dan tentara bayaran ke negara itu.

Mesir telah mendukung pasukan Libya yang berbasis di timur dalam konflik, sementara Turki mendukung pasukan di Tripoli. Sisi memperingatkan pada Juni bahwa serangan terhadap Sirte atau Jufra akan mendorong Kairo untuk campur tangan secara militer, yang diduga untuk melindungi perbatasan baratnya dengan Libya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Israel Terus Bombardir...
Israel Terus Bombardir Gaza, Mesir Marah Besar!
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Pertama Kali, Jet Tempur...
Pertama Kali, Jet Tempur Mesir Ditempatkan di UEA
Mantan Menteri Gaddafi:...
Mantan Menteri Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya dengan Mempercayai AS
Eks Menteri Muammar...
Eks Menteri Muammar Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya Percayai AS
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Unesa Buka Seleksi Jalur...
Unesa Buka Seleksi Jalur Mandiri Non Tes Rapor 2026, Simak Syaratnya
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Berita Terkini
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved