AS Ragukan Kemampuan Lakukan Serangan Balik, Ukraina Murka

Kamis, 13 April 2023 - 20:37 WIB
loading...
AS Ragukan Kemampuan...
Ukraina murkai AS ragukan kemampuan untuk lakukan serangan balik. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Pejabat senior di Kiev "mengepalkan tangan" atas bocoran intelijen Amerika Serikat (AS) yang tampaknya meragukan kemampuan Ukraina untuk berhasil melakukan serangan balasan musim semi. Demikian laporan yang diturunkan oleh Politico.

Menurut outlet tersebut, kemarahan tersebut berasal dari penilaian yang seharusnya dilakukan oleh Pentagon pada bulan Februari yang mengklaim bahwa pasukan Ukraina hanya akan dapat memperoleh pencapaian teritorial yang sederhana dalam operasi yang telah lama dinanti.

Kiev dilaporkan berpendapat bahwa dokumen yang bocor itu, yang juga mencakup dugaan intelijen AS tentang aspek lain dari konflik dengan Rusia, menawarkan lebih banyak bukti bahwa Washington meremehkan kemampuan militer Ukraina.

"Orang yang sama yang mengatakan Kiev akan jatuh dalam tiga hari sekarang membocorkan informasi yang berbahaya dan sama konyolnya menjelang serangan yang sangat penting bagi seluruh dunia bebas," kata seorang sumber yang dekat dengan pejabat senior di Kiev kepada Politico seperti dikutip dari RT, Kamis (13/4/2023).

Seorang pejabat pertahanan Ukraina yang tidak disebutkan namanya juga mengatakan kepada outlet itu bahwa ada beberapa orang yang terus ragu-ragu tentang peluang Kiev dalam serangan balasan yang direncanakan.

Baca Juga: Menhan Ukraina dan Spanyol Kompak Sangkal Pasukan NATO di Ukraina

Sumber itu bersikeras bahwa proyeksi pesimistis adalah bukan kebenaran, dan berpendapat bahwa kebocoran tersebut meragukan tekad Amerika untuk mendukung Kiev dalam upayanya merebut kembali bekas wilayahnya.

Politico mengklaim pejabat Ukraina ketiga telah mengkonfirmasi bahwa rasa frustrasi tersebar luas di Kiev, meskipun ketiga sumber tersebut memilih untuk tetap anonim.

Pada tingkat resmi, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba mengatakan di Twitter bahwa Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken secara pribadi meneleponnya pada hari Selasa untuk menegaskan dukungan kuat AS.

"Diplomat AS dengan keras menolak segala upaya untuk meragukan kemampuan Ukraina untuk menang di medan perang," tambah Kuleba.

Menurut dokumen yang bocor, serta pernyataan sebelumnya dari pejabat di Kiev dan Washington, Ukraina berencana melancarkan serangan balasan besar-besaran dalam beberapa minggu ke depan. Tujuan akhir dari operasi ini adalah untuk merebut wilayah yang bergabung dengan Rusia musim gugur lalu, sekaligus memutus akses darat Moskow ke Semenanjung Crimea.

Baca Juga: Ukraina Dapat Luncurkan Serangan Balik Paling Lambat Musim Panas Ini

Bahkan sebelum bocoran dokumen rahasia muncul secara online, sejumlah pejabat Barat secara terbuka meragukan peluang keberhasilan Kiev, dengan alasan kurangnya sumber daya manusia, pasokan, dan logistik. Ketua Gabungan AS Jenderal Mark Milley telah berulang kali mempertanyakan kemampuan Ukraina untuk menyelesaikan konflik melalui kemenangan militer dalam waktu dekat.

Namun demikian, Kiev mendesak sekutu Baratnya untuk terus mengirimkan uang dan senjata, bahkan jika serangan itu tidak mencapai semua tujuannya.

Baca Juga: Bocoran Intel: AS Ragukan Kemampuan Serangan Balik Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
The Rain Ajak Pengunjung...
The Rain Ajak Pengunjung PRJ 2026 Bernostalgia lewat Lagu 'Di Perantauan'
Berita Terkini
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved