Bill Clinton Menyesal Sudah Lucuti Ribuan Senjata Nuklir Ukraina
Kamis, 06 April 2023 - 15:37 WIB
loading...
Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menyesal sudah ikut melucuti ribuan senjata nuklir Ukraina. Foto/REUTERS
A
A
A
KIEV - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton menyesal sudah menekan Kiev pada 1990-an untuk menandatangani sebuah perjanjian yang mendorong Ukraina agar menyerahkan ribuan senjata nuklir warisan Soviet.
“Saya tahu bahwa Presiden [Rusia Vladimir] Putin tidak mendukung perjanjian yang dibuat oleh Presiden [Boris] Yeltsin,” kata Clinton dalam sebuah wawancara dengan media Irlandia, merujuk pada Perjanjian Budapest 1994.
Menuduh Putin melanggar perjanjian dengan memasukkan kembali Crimea ke Rusia setelah kudeta yang didukung AS di Kiev pada 2014, Clinton mengatakan dia merasa tidak enak tentang bagaimana peristiwa itu terjadi.
“Saya merasa tidak enak karena Ukraina adalah negara yang sangat penting dan saya merasa taruhan pribadi karena saya membuat mereka setuju untuk menyerahkan senjata nuklir mereka dan tidak ada dari mereka yang percaya bahwa Rusia akan melakukan aksi ini jika Ukraina masih memiliki senjata tersebut," kata Clinton, yang dilansir Sputnik, Kamis (6/4/2023).
Baca Juga: Ukraina Serahkan 5.000 Senjata Nuklir 30 Tahun Lalu, Sekarang Menyesal
Mantan presiden Amerika itu mendorong AS dan Eropa untuk terus mendukung Ukraina dalam perang proksi NATO-Rusia yang sedang berlangsung, dan mengatakan jika ingin ada perdamaian, itu harus sesuai dengan persyaratan Kiev.
“Saya tahu bahwa Presiden [Rusia Vladimir] Putin tidak mendukung perjanjian yang dibuat oleh Presiden [Boris] Yeltsin,” kata Clinton dalam sebuah wawancara dengan media Irlandia, merujuk pada Perjanjian Budapest 1994.
Menuduh Putin melanggar perjanjian dengan memasukkan kembali Crimea ke Rusia setelah kudeta yang didukung AS di Kiev pada 2014, Clinton mengatakan dia merasa tidak enak tentang bagaimana peristiwa itu terjadi.
“Saya merasa tidak enak karena Ukraina adalah negara yang sangat penting dan saya merasa taruhan pribadi karena saya membuat mereka setuju untuk menyerahkan senjata nuklir mereka dan tidak ada dari mereka yang percaya bahwa Rusia akan melakukan aksi ini jika Ukraina masih memiliki senjata tersebut," kata Clinton, yang dilansir Sputnik, Kamis (6/4/2023).
Baca Juga: Ukraina Serahkan 5.000 Senjata Nuklir 30 Tahun Lalu, Sekarang Menyesal
Mantan presiden Amerika itu mendorong AS dan Eropa untuk terus mendukung Ukraina dalam perang proksi NATO-Rusia yang sedang berlangsung, dan mengatakan jika ingin ada perdamaian, itu harus sesuai dengan persyaratan Kiev.
Lihat Juga :