Prancis Marah atas Keputusan Putin Kerahkan Senjata Nuklir ke Belarusia
Sabtu, 01 April 2023 - 07:12 WIB
loading...
Prancis marah atas keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin mengerahkan senjata nuklir taktis ke Belarusia. Foto/Kementerian Pertahanan Rusia via REUTERS
A
A
A
NEW YORK CITY - Prancis marah dan mengecam keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan mengerahkan senjata nuklir taktis Moskow ke Belarusia. Sikap Paris ini disampaikan dalam surat yang ditujukan kepada Dewan Keamanan (DK) PBB.
"Prancis mengutuk perjanjian antara Rusia dan Belarusia untuk mengerahkan senjata nuklir di wilayah Belarusia," bunyi surat Prancis yang ditulis Perwakilan Tetap-nya untuk PBB, Nicolas de Riviere, Jumat.
Menurutnya, keputusan Putin di tengah perang Rusia dengan Ukraina yang semakin memanas tersebut adalah satu pukulan lagi bagi arsitektur pengendalian senjata, bagi stabilitas strategis di Eropa, dan bagi perdamaian dan keamanan internasional.
Baca Juga: AS Bebas Kerahkan 100 Bom Nuklir ke 5 Negara Eropa, Mengapa Putin Diprotes?
Diplomat Prancis mengatakan sejak 2018, Rusia telah melanggar Intermediete Range Nuclear Forces Treaty atau Perjanjian INF, yang secara langsung berkontribusi pada keruntuhannya.
Rusia, lanjut diplomat tersebut, juga menangguhkan keikutsertaannya dalam New Start Treaty Februari lalu, dan Paris meminta Moskow untuk meninjau kembali keputusan itu. "Rusia telah berulang kali menggunakan retorika nuklir yang agresif dan tidak bertanggung jawab," katanya.
"Dengan mengumumkan niatnya untuk mengerahkan senjata nuklir di luar perbatasannya, Rusia sekali lagi melanggar komitmen internasionalnya, khususnya Memorandum Budapest, dan memperburuk situasi yang sudah tidak stabil," lanjut Riviere.
Prancis menegaskan akan terus mendukung Ukraina dalam mempertahankan kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayahnya.
"Prancis mengutuk perjanjian antara Rusia dan Belarusia untuk mengerahkan senjata nuklir di wilayah Belarusia," bunyi surat Prancis yang ditulis Perwakilan Tetap-nya untuk PBB, Nicolas de Riviere, Jumat.
Menurutnya, keputusan Putin di tengah perang Rusia dengan Ukraina yang semakin memanas tersebut adalah satu pukulan lagi bagi arsitektur pengendalian senjata, bagi stabilitas strategis di Eropa, dan bagi perdamaian dan keamanan internasional.
Baca Juga: AS Bebas Kerahkan 100 Bom Nuklir ke 5 Negara Eropa, Mengapa Putin Diprotes?
Diplomat Prancis mengatakan sejak 2018, Rusia telah melanggar Intermediete Range Nuclear Forces Treaty atau Perjanjian INF, yang secara langsung berkontribusi pada keruntuhannya.
Rusia, lanjut diplomat tersebut, juga menangguhkan keikutsertaannya dalam New Start Treaty Februari lalu, dan Paris meminta Moskow untuk meninjau kembali keputusan itu. "Rusia telah berulang kali menggunakan retorika nuklir yang agresif dan tidak bertanggung jawab," katanya.
"Dengan mengumumkan niatnya untuk mengerahkan senjata nuklir di luar perbatasannya, Rusia sekali lagi melanggar komitmen internasionalnya, khususnya Memorandum Budapest, dan memperburuk situasi yang sudah tidak stabil," lanjut Riviere.
Prancis menegaskan akan terus mendukung Ukraina dalam mempertahankan kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayahnya.
Lihat Juga :