Astaga! AI Ciptakan Gambar Yesus, Napoleon, dan Cleopatra Berfoto Selfie
Sabtu, 01 April 2023 - 03:01 WIB
loading...
A
A
A
AI membuat gelombang dalam industri gambar, membiarkan siapa pun membuat konten realistis hanya dengan memberi tahu sistem, apa yang mereka inginkan.
Midjourney mengeluarkan gambar-gambar realistis sehingga orang-orang bisa dibodohi dan mengira itu gambar nyata.
Midjourney menciptakan gambar Paus Fransiskus mengenakan jaket puffer putih besar dengan salib yang tergantung di atasnya, hingga membuat pengguna media sosial menjadi hiruk-pikuk.
Namun, seniman seperti Thomsen menggunakan teknologi untuk hiburan.
Midjourney merespons permintaan dan perintah yang ditetapkan pengguna dan membuat gambar dengan mereferensikan miliaran gambar secara online.
![Astaga! AI Ciptakan Gambar Yesus, Napoleon, dan Cleopatra Berfoto Selfie]()
AI hasilkan foto selfie saat Napoleon dalam Pertempuran Waterloo.
Thomsen mengatakan dia menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyusun formula petunjuk, bahasa, dan elemen fotografi untuk memberikan efek “selfie” pada foto yang dihasilkan AI.
“Ini bisa menjadi proses pemrograman yang panjang karena AI mengharuskan pengguna untuk mengatakan dengan tepat apa yang perlu dilakukan dan memerlukan deskripsi absolut,” papar dia.
Thomsen menambahkan, dia yakin tekniknya dapat digunakan untuk mengajar sejarah di sekolah.
Midjourney mengeluarkan gambar-gambar realistis sehingga orang-orang bisa dibodohi dan mengira itu gambar nyata.
Midjourney menciptakan gambar Paus Fransiskus mengenakan jaket puffer putih besar dengan salib yang tergantung di atasnya, hingga membuat pengguna media sosial menjadi hiruk-pikuk.
Namun, seniman seperti Thomsen menggunakan teknologi untuk hiburan.
Midjourney merespons permintaan dan perintah yang ditetapkan pengguna dan membuat gambar dengan mereferensikan miliaran gambar secara online.

AI hasilkan foto selfie saat Napoleon dalam Pertempuran Waterloo.
Thomsen mengatakan dia menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyusun formula petunjuk, bahasa, dan elemen fotografi untuk memberikan efek “selfie” pada foto yang dihasilkan AI.
“Ini bisa menjadi proses pemrograman yang panjang karena AI mengharuskan pengguna untuk mengatakan dengan tepat apa yang perlu dilakukan dan memerlukan deskripsi absolut,” papar dia.
Thomsen menambahkan, dia yakin tekniknya dapat digunakan untuk mengajar sejarah di sekolah.
Lihat Juga :