Putin Setujui Doktrin Kebijakan Luar Negeri Baru, Sebut Barat Lemahkan Rusia

Sabtu, 01 April 2023 - 02:00 WIB
loading...
Putin Setujui Doktrin...
Presiden Vladimir Putin tiba sebelum pertemuan dengan anggota Dewan Keamanan Rusia melalui konferensi video di Kremlin, Moskow, Rusia. Foto/Sputnik/Aleksey Babushkin
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin menandatangani versi terbaru dari doktrin kebijakan luar negeri negara tersebut.

Doktrin itu adalah dokumen strategis utama yang menguraikan prinsip, tujuan, dan prioritas diplomasi internasional Rusia.

Dokumen baru tersebut menampilkan fokus pada upaya Barat melemahkan Rusia di tengah konflik Ukraina.

Putin menjelaskan dokumen kunci harus diubah karena “perubahan drastis” dalam lanskap internasional.

Langkah tersebut diumumkan presiden pada Jumat (31/3/2023) selama pertemuan dengan pejabat tinggi Dewan Keamanan Rusia, antara lain Perdana Menteri (PM) Mikhail Mishustin, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, dan Menteri Pertahanan Sergey Shoigu.

Baca juga: Ukraina Protes saat Rusia Jadi Ketua Dewan Keamanan PBB

Menguraikan ketentuan utama dokumen, Lavrov mencatat itu mencerminkan “perubahan revolusioner pada perimeter eksternal (Rusia) yang menerima dorongan yang terlihat setelah dimulainya operasi militer khusus” di Ukraina lebih dari setahun yang lalu.

Dokumen tersebut menyoroti upaya Barat, dan khususnya Amerika Serikat (AS), untuk merongrong kepentingan Rusia, dengan menyatakan, “Amerika Serikat dan satelitnya telah menggunakan langkah-langkah, yang diambil oleh Federasi Rusia untuk melindungi kepentingan vitalnya terkait Ukraina, sebagai dalih untuk meningkatkan kebijakan anti-Rusia yang sudah berlangsung lama, dan telah melancarkan perang hibrida jenis baru.”

Perang hibrida ini, menurut konsep tersebut, berusaha “melemahkan Rusia dengan segala cara yang memungkinkan”, termasuk dengan merongrong potensi militer, ekonomi, dan teknologinya serta bertujuan “membatasi kedaulatannya dalam politik eksternal dan internal serta mengikis integritas teritorialnya.”

Namun, dokumen tersebut menegaskan Moskow “tidak melihat dirinya sebagai musuh Barat, tidak mengisolasi diri darinya, dan tidak memiliki niat bermusuhan terhadapnya.”

Dokumen itu menambahkan, Rusia mengharapkan kekuatan Barat “mengakui kesia-siaan kebijakan konfrontatif dan ambisi hegemonik” dan pada akhirnya kembali ke kerja sama pragmatis dengan Rusia berdasarkan rasa saling menghormati.

“Federasi Rusia siap berdialog dan bekerja sama atas dasar itu,” papar dokumen tersebut menekankan.

Dokumen konsep kebijakan luar negeri versi sebelumnya, yang ditandatangani pada tahun 2016, sangat berfokus pada memerangi terorisme, meningkatkan kerja sama internasional, meningkatkan jejak global Rusia, dan menjaga kedaulatan negara.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Tarik Dana JHT BPJS...
Tarik Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Dipotong Pajak, Purbaya Buka Suara
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Berita Terkini
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved