Demonstran Prancis Bentrok dengan Aparat Keamanan, 150 Polisi Terluka

Jum'at, 24 Maret 2023 - 07:45 WIB
loading...
Demonstran Prancis Bentrok...
Demonstran Prancis Bentrok dengan Aparat Keamanan, 150 Polisi Terluka. FOTO/Reuters
A A A
PARIS - Para pengunjuk rasa bentrok dengan pasukan keamanan Prancis pada Kamis (23/3/2023). Ini merupakan aksi kekerasan paling serius dari pemberontakan tiga bulan melawan reformasi pensiun Presiden Emmanuel Macron yang sangat kontroversial.

Seperti dilaporkan AFP, hampir 150 polisi terluka dan puluhan pengunjuk rasa ditangkap di seluruh negeri. Aksi protes sehari berubah menjadi kekacauan di beberapa kota, termasuk Paris, tempat pengunjuk rasa menyalakan api di pusat bersejarah kota.

Baca juga: Tolak Reformasi Pensiun, Demonstran-Polisi Bentrok di Seluruh Prancis

Keributan atas penerapan reformasi—yang dipilih pemerintah untuk didorong tanpa pemungutan suara parlemen—telah berubah menjadi krisis domestik terbesar dari masa jabatan kedua Macron.

Jumlah demonstran di Paris dan kota-kota lain lebih tinggi daripada hari-hari protes sebelumnya, mengingat momentum baru penolakan Macron dalam wawancara TV Rabu untuk mundur dari reformasi.

Polisi dan pengunjuk rasa kembali bentrok di jalan-jalan ibu kota selama demonstrasi besar, pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan menyerang massa dengan pentungan.

Beberapa pengunjuk rasa menyalakan api di jalan, membakar palet dan tumpukan sampah yang tidak dikumpulkan, mendorong petugas pemadam kebakaran untuk turun tangan, kata koresponden AFP.

Baca juga: Prancis: Tak Ada Alasan Normalisasi Hubungan dengan Rezim Assad

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengatakan bahwa di seluruh Prancis, 149 anggota pasukan keamanan telah terluka dan sedikitnya 172 orang ditangkap, termasuk 72 orang di Paris.

“Sekitar 140 kebakaran terjadi di Paris,” kata Darmanin. Ia menyalahkan "preman" atas kekerasan tersebut, yang datang ke Paris "untuk menyerang polisi dan gedung-gedung publik."

Sekitar 1,089 juta pengunjuk rasa mengambil bagian dalam demonstrasi di seluruh Prancis, kata kementerian dalam negeri, menempatkan jumlah pemilih di Paris sebanyak 119.000, tertinggi di ibu kota sejak gerakan dimulai pada Januari.

Di Paris, beberapa ratus pengunjuk rasa radikal berpakaian hitam memecahkan kaca jendela bank, toko dan gerai makanan cepat saji, dan menghancurkan perabotan jalanan.

Baca juga: 300 Ribu Demonstran di Paris Protes Rencana Reformasi Pensiun Pemerintah

Di kota timur laut Lille, kepala polisi setempat Thierry Courtecuisse terluka ringan terkena lemparan batu.
Di Paris, sebuah video menjadi viral tentang seorang petugas polisi dengan helm dan pelindung tubuh yang pingsan dan jatuh ke tanah setelah kepalanya dipukul dengan batu.

“Merupakan hak untuk berdemonstrasi dan membuat ketidaksepakatan Anda diketahui,” kata Perdana Menteri Elisabeth Borne di Twitter. Tetapi, ia menambahkan: “Kekerasan dan kehancuran yang telah kita lihat hari ini tidak dapat diterima.”
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
Semifinal Liga Champions:...
Semifinal Liga Champions: Arsenal vs Atletico Madrid, PSG Bentrok Bayern Munich
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved