Warga AS Pengkritik Mohammed bin Salman Dibebaskan dari Penjara Arab Saudi

Kamis, 23 Maret 2023 - 09:31 WIB
loading...
Warga AS Pengkritik...
Saad Almadi, warga negara Amerika Serikat-Arab Saudi yang mengkritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman, telah dibebaskan dari penjara Arab Saudi. Foto/Ibrahim Almadi
A A A
RIYADH - Saad Almadi (72), warga negara Amerika Serikat (AS)-Arab Saudi yang mengkritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman , telah dibebaskan dari penjara Saudi.

Dia telah dipenjara selama lebih dari setahun karena kritiknya yang disampaikan melalui Twitter.

Baik pejabat Riyadh maupun Washington belum bersedia mengonfirmasi pembebasan Saad Almadi pada hari Senin lalu.

Saad Almadi adalah seorang pensiunan lama di Florida. Menurut putranya, Ibrahim Almadi—yang berbicara dari Amerika—, ayahnya sudah berada di rumah bersama anggota keluarga yang tinggal di Riyadh, Ibu kota Saudi, sejak Senin malam.

Baca Juga: Pulang dari AS, Pangeran Arab Saudi Dijebloskan ke Penjara

Namun belum jelas apakah Kerajaan Arab Saudi akan mencabut larangan bepergian setelah hukuman penjara tersebut dan apakah Saad Almadi dapat kembali ke Amerika Serikat.

Pemenjaraan pria Florida itu adalah salah satu dari beberapa dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang memperburuk hubungan antara Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden AS Joe Biden.

Baik Mohammed bin Salman maupun pemerintahan Biden baru-baru ini telah mengambil langkah-langkah untuk memulihkan hubungan yang lebih baik. Kedua negara adalah mitra dalam pengaturan keamanan puluhan tahun di mana AS memberikan keamanan untuk Arab Saudi dan kerajaan kaya minyak itu menjaga pasokan minyak ke pasar global.

Arab Saudi telah menghukum Saad Almadi tahun lalu dengan 16 tahun penjara, dengan menyatakan bahwa tweet kritisnya tentang bagaimana kerajaan itu diperintah sama dengan tindakan teroris.

Ketika para pejabat AS berupaya untuk memenangkan pembebasannya, dan setelah Biden melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada musim panas dalam upaya untuk meningkatkan hubungan dengan negara kaya minyak itu, pengadilan banding Saudi meningkatkan hukuman penjara Saad Almadi menjadi 19 tahun.

Saad Almadi, seorang pensiunan manajer proyek di AS, ditangkap pada tahun 2021 ketika dia tiba untuk kunjungan dua minggu untuk melihat keluarganya di kerajaan. Setelah ditahan, dia dihadapkan oleh otoritas Saudi dengan tweet yang dia posting selama beberapa tahun dari rumahnya di Florida.

Tweet Almadi termasuk satu yang mencatat konsolidasi kekuasaan putra mahkota di kerajaan, yang lain termasuk karikatur dirinya dan tweet yang berkomentar tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Pejabat intelijen AS sebelumnya telah menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengizinkan tim algojo membunuh Khashoggi.

“Kami lega bahwa Saad Almadi telah dibebaskan, tetapi dia seharusnya tidak pernah menghabiskan satu hari pun di balik jeruji untuk tweet yang tidak berbahaya,” kata Abdullah Alaoudh, direktur Saudi untuk Freedom Initiative, sebuah kelompok berbasis di AS yang mengadvokasi mereka yang dianggap ditahan secara tidak adil di Timur Tengah, seperti dikutip Los Angeles Times, Kamis (23/3/2023).

Alaoudh mendesak AS untuk terus mendesak pembebasan semua pembela HAM dan lainnya yang ditahan di Arab Saudi.

Freedom Initiative mengatakan bahwa setidaknya empat warga negara AS dan satu penduduk tetap ditahan di Arab Saudi di bawah larangan bepergian, dan setidaknya satu warga negara AS yang lebih tua tetap dipenjara.

Banyak dari larangan bepergian menargetkan warga negara ganda yang mengadvokasi hak-hak yang lebih besar di kerajaan, seperti hak perempuan Saudi untuk mengemudi.

Ibrahim Almadi mengatakan bahwa ayahnya telah kehilangan banyak berat badan di penjara dan kesehatannya semakin memburuk.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Ini Isi Perjanjian Damai...
Ini Isi Perjanjian Damai AS-Iran yang Diklaim Trump, Tak Ada Ganti Rugi Perang
Rekomendasi
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Berita Terkini
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved