Hendak Bakar Al-Quran Lagi, Rasmus Paludan Disebut Berbahaya dan Dilarang ke Inggris
Selasa, 21 Maret 2023 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Polisi Swedia mengaku membatasi kebebasan berbicara nya dengan mengutip risiko meningkatnya ancaman teroris.
Larangan tersebut memicu perdebatan sengit di masyarakat Swedia dan lingkaran politik, menyoroti teka-teki bangsa antara komitmen kebanggaannya terhadap kebebasan berbicara dan pencapaian tujuan politik praktis.
Larangan pembakaran Al-quran muncul setelah protes besar-besaran di dunia Muslim, dengan bendera Swedia dibakar di beberapa tempat sebagai protes.
Di dalam negeri, Swedia dilanda serangkaian serangan peretasan dan gangguan yang menargetkan sejumlah besar organisasi mulai dari universitas terkemuka, rumah sakit, dan kantor administrasi regional hingga penyiar nasional SVT.
Namun demikian, pendukung kebebasan berbicara gusar dengan larangan tersebut. Antara lain, tokoh Demokrat Swedia Richard Jomshof meminta Swedia membakar "seratus lebih Al-quran" jika perlu.
Pada 2019, Paludan mencalonkan diri untuk parlemen Denmark dengan partai Garis Kerasnya mengkampanyekan agenda radikal, berjanji mendeportasi imigran non-Barat dan melarang Islam, namun dia hampir gagal melewati ambang batas 2%.
Namun, aksi provokatifnya selama bertahun-tahun membuatnya mendapatkan perlindungan polisi yang merugikan pembayar pajak Denmark jutaan kronor hanya untuk melindungi pembakar Al-quran.
Larangan tersebut memicu perdebatan sengit di masyarakat Swedia dan lingkaran politik, menyoroti teka-teki bangsa antara komitmen kebanggaannya terhadap kebebasan berbicara dan pencapaian tujuan politik praktis.
Larangan pembakaran Al-quran muncul setelah protes besar-besaran di dunia Muslim, dengan bendera Swedia dibakar di beberapa tempat sebagai protes.
Di dalam negeri, Swedia dilanda serangkaian serangan peretasan dan gangguan yang menargetkan sejumlah besar organisasi mulai dari universitas terkemuka, rumah sakit, dan kantor administrasi regional hingga penyiar nasional SVT.
Namun demikian, pendukung kebebasan berbicara gusar dengan larangan tersebut. Antara lain, tokoh Demokrat Swedia Richard Jomshof meminta Swedia membakar "seratus lebih Al-quran" jika perlu.
Pada 2019, Paludan mencalonkan diri untuk parlemen Denmark dengan partai Garis Kerasnya mengkampanyekan agenda radikal, berjanji mendeportasi imigran non-Barat dan melarang Islam, namun dia hampir gagal melewati ambang batas 2%.
Namun, aksi provokatifnya selama bertahun-tahun membuatnya mendapatkan perlindungan polisi yang merugikan pembayar pajak Denmark jutaan kronor hanya untuk melindungi pembakar Al-quran.
(sya)
Lihat Juga :