AS Cekcok dengan Rusia-China di PBB soal Tembakan Rudal Korut
Selasa, 21 Maret 2023 - 10:31 WIB
loading...
A
A
A
"Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tetap sangat prihatin atas perpecahan yang mencegah masyarakat internasional bertindak atas masalah ini," kata seorang pejabat senior PBB pada pertemuan itu, seperti dikutip Reuters, Selasa (21/3/2023).
Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Anna Evstigneeva menggambarkan aktivitas militer AS dan Korea Selatan sebagai manuver yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sementara Wakil Duta Besar China untuk PBB Geng Shuang mempertanyakan apakah manuver gabungan itu latihan pertahanan dan menyalahkan mereka karena meningkatkan ketegangan.
"Latihan ini sudah berlangsung lama, rutin. Mereka murni bersifat defensif...Amerika Serikat tidak memiliki niat bermusuhan terhadap DPRK," kata Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield, menggunakan singkatan dari nama resmi Korea Utara, Democratic People's Republic of Korea.
Selama beberapa tahun terakhir Dewan Keamanan PBB telah terpecah tentang bagaimana menangani Pyongyang.
Rusia dan China, kekuatan veto bersama dengan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, mengatakan lebih banyak sanksi tidak akan membantu. Dia menginginkan sanksi terhadap Korea Utara dilonggarkan.
Geng mengatakan itu dimaksudkan sebagai isyarat niat baik untuk mencoba dan menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk detente.
Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Anna Evstigneeva menggambarkan aktivitas militer AS dan Korea Selatan sebagai manuver yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sementara Wakil Duta Besar China untuk PBB Geng Shuang mempertanyakan apakah manuver gabungan itu latihan pertahanan dan menyalahkan mereka karena meningkatkan ketegangan.
"Latihan ini sudah berlangsung lama, rutin. Mereka murni bersifat defensif...Amerika Serikat tidak memiliki niat bermusuhan terhadap DPRK," kata Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield, menggunakan singkatan dari nama resmi Korea Utara, Democratic People's Republic of Korea.
Selama beberapa tahun terakhir Dewan Keamanan PBB telah terpecah tentang bagaimana menangani Pyongyang.
Rusia dan China, kekuatan veto bersama dengan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, mengatakan lebih banyak sanksi tidak akan membantu. Dia menginginkan sanksi terhadap Korea Utara dilonggarkan.
Geng mengatakan itu dimaksudkan sebagai isyarat niat baik untuk mencoba dan menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk detente.
Lihat Juga :