ICC Ingin Tangkap Putin atas Kejahatan Perang, Mengapa Bush Tidak?
Sabtu, 18 Maret 2023 - 14:43 WIB
loading...
A
A
A
Surat perintah penangkapan itu secara khusus menuduh Putin dan Lvova-Belova diduga melakukan kejahatan perang. "Berupa deportasi penduduk (anak-anak) yang tidak sah dan pemindahan penduduk (anak-anak) yang tidak sah dari wilayah pendudukan (di) Ukraina ke Federasi Rusia," bunyi pernyataan ICC saat mengeluarkan surat perintah tersebut.
Surat perintah itu disetujui oleh hakim di ICC dan diumumkan oleh Karim A A Khan, seorang pengacara Inggris dan kepala jaksa ICC. "Ini mengikuti propaganda berbulan-bulan, yang dipelopori oleh pemerintahan Biden, menuduh kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida di pihak pemerintah Rusia," lanjut Kishore.
Baca Juga: ICC Perintahkan Penangkapan Presiden Putin, Ini Reaksi Keras Rusia
Sementara keberadaan surat perintah itu diumumkan, bukti yang mendasarinya tidak dipaparkan. Menurut Kishore, klaim spesifik tentang "deportasi tidak sah" terhadap anak-anak Ukraina telah dipromosikan di media AS, termasuk New York Times, berdasarkan tuduhan yang tidak berdasar oleh pemerintahan Biden dan pemerintah Ukraina.
Sebuah studi yang sering dikutip, diterbitkan oleh Universitas Yale pada bulan Februari, mengeklaim bahwa 6.000 anak telah dipindahkan ke Rusia. Lembaga yang melakukan penelitian tersebut adalah bagian dari “Conflict Observatory” yang didukung pemerintah AS, yang didirikan untuk tujuan memproduksi propaganda perang.
Menurut Kishore, dana awal USD6 juta untuk "observatorium" disediakan oleh "Biro Operasi Konflik dan Stabilisasi" Departemen Luar Negeri AS, yang menyatakan bahwa misinya adalah untuk mengantisipasi, mencegah, dan menanggapi konflik yang merusak kepentingan nasional AS.
Menurutnya, dengan standar objektif apa pun, setiap pemerintahan AS dalam ingatan bersalah atas kejahatan yang jauh lebih buruk daripada yang dituduhkan terhadap Putin--dari pengeboman nuklir dua kota di Jepang pada akhir Perang Dunia II, meratakan Korea Utara antara 1950-1953, hingga pembantaian massal dan pembakaran pirokimia dalam Perang Vietnam yang dipimpin AS.
Surat perintah itu disetujui oleh hakim di ICC dan diumumkan oleh Karim A A Khan, seorang pengacara Inggris dan kepala jaksa ICC. "Ini mengikuti propaganda berbulan-bulan, yang dipelopori oleh pemerintahan Biden, menuduh kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida di pihak pemerintah Rusia," lanjut Kishore.
Baca Juga: ICC Perintahkan Penangkapan Presiden Putin, Ini Reaksi Keras Rusia
Sementara keberadaan surat perintah itu diumumkan, bukti yang mendasarinya tidak dipaparkan. Menurut Kishore, klaim spesifik tentang "deportasi tidak sah" terhadap anak-anak Ukraina telah dipromosikan di media AS, termasuk New York Times, berdasarkan tuduhan yang tidak berdasar oleh pemerintahan Biden dan pemerintah Ukraina.
Sebuah studi yang sering dikutip, diterbitkan oleh Universitas Yale pada bulan Februari, mengeklaim bahwa 6.000 anak telah dipindahkan ke Rusia. Lembaga yang melakukan penelitian tersebut adalah bagian dari “Conflict Observatory” yang didukung pemerintah AS, yang didirikan untuk tujuan memproduksi propaganda perang.
Menurut Kishore, dana awal USD6 juta untuk "observatorium" disediakan oleh "Biro Operasi Konflik dan Stabilisasi" Departemen Luar Negeri AS, yang menyatakan bahwa misinya adalah untuk mengantisipasi, mencegah, dan menanggapi konflik yang merusak kepentingan nasional AS.
Menurutnya, dengan standar objektif apa pun, setiap pemerintahan AS dalam ingatan bersalah atas kejahatan yang jauh lebih buruk daripada yang dituduhkan terhadap Putin--dari pengeboman nuklir dua kota di Jepang pada akhir Perang Dunia II, meratakan Korea Utara antara 1950-1953, hingga pembantaian massal dan pembakaran pirokimia dalam Perang Vietnam yang dipimpin AS.
Lihat Juga :