Setelah 2 Tahun Dilarang, Trump Kembali Tampil di YouTube dan Facebook

Sabtu, 18 Maret 2023 - 08:59 WIB
loading...
Setelah 2 Tahun Dilarang,...
Setelah 2 Tahun Dilarang, Trump Kembali Tampil di YouTube dan Facebook. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memposting ke YouTube dan Facebook pada Jumat (17/3/2023), sebagai imbalan atas platform teknologi yang dia gunakan untuk memperkuat kebangkitan politiknya sampai dia dihentikan setelah serangan 6 Januari 2021 di Kongres AS oleh para pengikutnya.

Posting di halaman Facebook dan saluran YouTube-nya, yang berjudul "AKU KEMBALI!", menunjukkan video CNN yang mengumumkan pemilihan Trump sebagai presiden dalam pemilihan tahun 2016 melawan Hillary Clinton. Kemudian memudar ke layar 'Trump 2024'. "Maaf membuat Anda menunggu," kata Trump dalam video.

Baca juga: Trump Segera Rilis Surat-surat Pribadi dari Para Pemimpin Asing, Ada Kim Jong-un dan Putri Diana

YouTube Alphabet Inc memulihkan saluran Trump sebelumnya pada hari Jumat. Meta Platforms Inc. telah mengaktifkan kembali akun Facebook dan Instagram Trump awal tahun ini. Akun Twitter-nya dipulihkan pada November oleh pemilik baru platform Elon Musk, tetapi Trump belum memposting apa pun di Twitter.

Trump memperkuat kampanye presiden 2016 yang mustahil melalui penggunaan media sosialnya. Kembalinya dia memberinya akses ke kendaraan utama untuk penggalangan dana politik, yang memungkinkan dia untuk mencapai gabungan 146 juta pengikut di tiga platform teknologi utama saat dia kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2024.

"Kami dengan hati-hati mengevaluasi risiko lanjutan dari kekerasan dunia nyata, sambil menyeimbangkan kesempatan bagi pemilih untuk mendengar secara setara dari kandidat nasional utama menjelang pemilihan," kata YouTube dalam tweet, mengacu pada langkahnya untuk memulihkan akunnya.

Baca juga: Cela Biden, Trump Berjanji Akhiri Konflik Ukraina dalam 24 Jam

YouTube melarang Trump pada tahun 2021 karena melanggar kebijakannya menghasut kekerasan setelah pendukungnya menyerbu Capitol AS saat Kongres mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden 2020.

Penentang pengembalian Trump menunjuk pada pesannya di platform Truth Social yang dia dirikan pada akhir 2021, di mana dia memiliki hampir 5 juta pengikut, sebagai bukti bahwa dia masih memiliki risiko yang sama yang menyebabkan penangguhannya.

Kembalinya Trump ke YouTube dan Facebook terjadi tepat ketika kantor Kejaksaan Negeri Manhattan sedang mempertimbangkan tuntutan pidana terkait pembayaran uang tutup mulut yang dilakukan kepada bintang porno selama kampanye Trump tahun 2016, tuduhan bahwa Trump dan sekutunya berdebat tanpa bukti bermotivasi politik.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved