Tidak Kapok, AS Kirim Drone Mata-Mata Lain ke Lokasi Jatuhnya MQ-9 di Laut Hitam

Jum'at, 17 Maret 2023 - 13:49 WIB
loading...
Tidak Kapok, AS Kirim...
Drone General Atomics bernama Guardian merupakan versi maritim dari kendaraan udara tak berawak Predator B atau MQ-9 Reaper. Foto/General Atomics
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengirim pesawat udara tak berawak (UAV) lainnya, satu drone MQ-9 Reaper tak lama setelah insiden jatuhnya drone jenis yang sama di Laut Hitam.

Insiden drone jatuh di Laut Hitam terjadi pada Selasa lalu. UAV lainnya itu dilaporkan dikirim dengan harapan mensurvei lokasi kecelakaan dan memantau upaya Rusia mendapatkan puing drone, menurut pejabat Amerika yang dikutip.

Sebelumnya, di tengah saling menyalahkan atas jatuhnya pesawat tak berawak MQ-9 Reaper Amerika di Laut Hitam dekat Crimea pada 14 Maret, Angkatan Udara AS merilis rekaman rahasia yang diduga menggambarkan insiden itu.

Video tersebut tampaknya tidak mendukung klaim AS sebelumnya tentang drone yang jatuh akibat tabrakan dengan jet Rusia.

Baca juga: Seru! Tonton Video Drone AS Dikejar Jet Tempur Rusia, Lalu Dihujani Bahan Bakar

Selain itu, AS sedang mempertimbangkan penerbangan drone lain di atas Laut Hitam dalam beberapa hari mendatang, menurut para pejabat.

Hal ini sama pernyataan sebelumnya yang dibuat Departemen Luar Negeri AS yang menyatakan misi drone di wilayah udara internasional akan dilanjutkan.

“Pada saat yang sama, insiden tersebut telah mendorong AS mencermati rute pengintaian pesawat tak berawaknya, dan umumnya melakukan penilaian terhadap operasi pesawat tak berawaknya di wilayah Laut Hitam,” ungkap pejabat AS yang sama seperti dikutip.

Baca juga: Duta Besar Rusia Sebut Senator AS Ingin Perang Nuklir

Laporan media mengungkapkan Pentagon, bersama dengan Komando Eropanya yang semua pernyataan mereka tentang melanjutkan misi drone, bermaksud menganalisis dan mempertimbangkan keseluruhan biaya dan manfaat dari misi pengawasan semacam itu.

Sebagai bagian dari penilaian ini, tampaknya akan dilakukan upaya untuk menimbang nilai intelijen dari rute tertentu.

Para pejabat AS tampaknya membenarkan langkah mendorong penerbangan pengintaian di area yang dapat memicu eskalasi lebih lanjut dengan Rusia.

Meski sejumlah pejabat Amerika bersikeras operator pesawat tak berawak itu telah menghapus semua informasi sensitif dari jarak jauh sebelum jatuh ke laut, media AS melaporkan pada Rabu bahwa Rusia diduga telah menemukan beberapa puing, termasuk potongan-potongan fiberglass atau potongan-potongan kecil UAV.

Pesawat tak berawak MQ-9 Reaper AS jatuh di Laut Hitam setelah melakukan manuver tajam ketika jet tempur Rusia dikerahkan untuk mengidentifikasi pesawat yang terbang ke arah Crimea dengan transponder dimatikan.

Faktanya, AS tidak mengakui klaim Rusia atas Crimea, yang dipersatukan kembali dengan Rusia pada 2014.

Dalam referendum nasional yang diadakan pada 16 Maret tahun itu, lebih dari 95% pemilih di Crimea dan Sevastopol mendukung reunifikasi dengan Rusia setelah beberapa dekade terpisah.

Sikap AS berarti tidak mengakui klaim apa pun mengenai pembentukan zona larangan terbang oleh Rusia untuk mendukung operasi militernya yang sedang berlangsung melawan Ukraina.

Mengacu pada insiden Selasa, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan satu jet tempur Su-27 telah dikerahkan untuk mengikuti drone MQ-9 Reaper tak dikenal yang bergerak menuju perbatasan Rusia.

Kendaraan udara tak berawak AS jatuh di perairan internasional di Laut Hitam, lepas pantai Crimea, akibat melakukan manuver tajam.

“Pesawat Rusia yang dikirim untuk mencegatnya tidak melakukan kontak dengan drone, juga tidak menggunakan senjata untuk melawannya,” ungkap Kementerian Pertahanan Rusia.

Namun, Komando Eropa AS mengklaim jet Rusia telah menyerang baling-baling drone selama "pencegatan yang tidak aman dan tidak profesional", yang mengakibatkan pesawat jatuh.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Pengadilan Kriminal...
Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte
Rekomendasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Berita Terkini
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Infografis
Diserang Rudal, Pangkalan...
Diserang Rudal, Pangkalan Militer AS di Suriah Timur Laut Terbakar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved