Utusan PBB: Myanmar Negara Gagal, Dipimpin Junta yang Dipersenjatai Rusia

Kamis, 16 Maret 2023 - 16:18 WIB
loading...
A A A
Andrews juga mendukung seruan agar Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang akan merujuk situasi di Myanmar ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC).

"Negara-negara memiliki keharusan moral untuk melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk menekan dari junta sarana yang mereka gunakan untuk terus menyerang rakyat mereka," kata Andrews.

Ia mengatakan itu juga demi kepentingan komunitas internasional, terutama negara-negara tetangga, untuk bertindak.

"Myanmar adalah negara yang sangat penting, negara berpenduduk 54 juta orang, terletak di bagian dunia yang sangat penting antara India dan China. Anda telah melihat dampak dari ketidakstabilan yang ada. Ribuan dan ribuan orang setiap bulan berlari untuk hidup mereka setiap bulan melewati perbatasan ke wilayah tersebut,” tuturnya.

Dalam sebuah laporan yang akan disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia pada tanggal 20 Maret, pelapor khusus tersebut mengatakan bahwa pemerintah negara tetangga telah secara paksa mengembalikan orang-orang – termasuk para pembelot militer dan anak-anak – ke Myanmar meskipun ada risiko dipenjara, disiksa, atau bahkan dieksekusi.

Menurut PBB, jumlah orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan melonjak, dari 1 juta sebelum kudeta, menjadi 17,6 juta pada tahun 2023.

“Ekonomi telah runtuh, Anda memiliki setengah dari orang yang sekarang hidup dalam kemiskinan. Anda mengalami runtuhnya sistem pendidikan dengan jutaan anak tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Sistem kesehatan telah runtuh,” katanya.

"Segala sesuatunya buruk dan semakin buruk secara eksponensial," ia menambahkan.

Beberapa orang di Myanmar, kata Andrews, saat menyambut dukungan yang diterima Ukraina, mempertanyakan mengapa tanggapan internasional terhadap kekejaman di negara mereka sangat berbeda. Dia mengatakan bahwa dia tidak memiliki jawaban, menambahkan bahwa beberapa negara terus mendukung kejahatan junta.

“Ada keharusan moral untuk tidak berpaling dari orang-orang yang menunjukkan keberanian luar biasa dalam memperjuangkan negara dan masa depan mereka,” kata Andrews.

Baca Juga: AS Cs Tandai Peringatan Kudeta Myanmar dengan Sanksi Baru
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Tewaskan 46 Orang, Korban Hilang Juga Bertambah
Rekomendasi
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
DPRD Kota Tangerang...
DPRD Kota Tangerang Matangkan Raperda Penyelenggaraan Transportasi
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved