AS Cs Tandai Peringatan Kudeta Myanmar dengan Sanksi Baru
Rabu, 01 Februari 2023 - 13:14 WIB
loading...
AS dan sekutunya menandai peringatan kudeta Myanmar dengan menjatuhkan sanksi baru. Foto/Ilustrasi
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan sekutunya menandai peringatan dua tahun kudeta Myanmar dengan sanksi baru. Sanksi tersebut antara lain dijatuhkan kepada pejabat energi dan anggota junta.
Adalah kantor berita Reuters yang melaporkan rincian keputusan ini. Kanada, Australia, dan Inggris juga mengumumkan sanksi baru untuk Myanmar .
Menurut pernyataan Departemen Keuangan AS, sanksi antara lain telah dijatuhkan kepada Komisi Pemilihan Persatuan, perusahaan pertambangan dan pejabat energi.
"Ini menandai pertama kalinya AS menargetkan pejabat Perusahaan Minyak dan Gas Myanmar (MOGE) di bawah program sanksi Myanmar saat ini," kata juru bicara Departemen Keuangan AS seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (1/2/2023).
Sanksi AS yang dijatuhkan pada hari Selasa waktu setempat, menurut Departemen Keuangan, menargetkan direktur pelaksana dan wakil direktur pelaksana MOGE, yang merupakan badan usaha milik negara penghasil pendapatan terbesar junta.
Baca: PBB: Pertanian Opium Myanmar Berkembang Pesat Setelah Kudeta
Adalah kantor berita Reuters yang melaporkan rincian keputusan ini. Kanada, Australia, dan Inggris juga mengumumkan sanksi baru untuk Myanmar .
Menurut pernyataan Departemen Keuangan AS, sanksi antara lain telah dijatuhkan kepada Komisi Pemilihan Persatuan, perusahaan pertambangan dan pejabat energi.
"Ini menandai pertama kalinya AS menargetkan pejabat Perusahaan Minyak dan Gas Myanmar (MOGE) di bawah program sanksi Myanmar saat ini," kata juru bicara Departemen Keuangan AS seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (1/2/2023).
Sanksi AS yang dijatuhkan pada hari Selasa waktu setempat, menurut Departemen Keuangan, menargetkan direktur pelaksana dan wakil direktur pelaksana MOGE, yang merupakan badan usaha milik negara penghasil pendapatan terbesar junta.
Baca: PBB: Pertanian Opium Myanmar Berkembang Pesat Setelah Kudeta
Lihat Juga :