Indonesia Gunakan Taktik Diplomasi Senyap dalam Krisis Myanmar
Kamis, 16 Maret 2023 - 09:43 WIB
loading...
A
A
A
Pada Februari 2021, junta militer merebut kekuasaan di Myanmar menggunakan mekanisme konstitusional untuk mengalihkan kekuasaan dalam situasi darurat.
Tindakan militer memicu kerusuhan sipil besar yang mengakibatkan sekitar 1.500 korban jiwa, dengan lebih dari 12.000 orang ditangkap dan 500.000 orang mengungsi.
Sejak saat itu, situasi kemanusiaan di negara tersebut semakin memburuk, dengan jutaan orang membutuhkan bantuan kemanusiaan yang mendesak.
Menyusul perebutan kekuasaan tahun 2021, ASEAN melarang otoritas militer Myanmar dari pertemuan puncaknya untuk memaksa mereka mematuhi rencana perdamaian yang dikenal sebagai Konsensus Lima Titik.
Tindakan militer memicu kerusuhan sipil besar yang mengakibatkan sekitar 1.500 korban jiwa, dengan lebih dari 12.000 orang ditangkap dan 500.000 orang mengungsi.
Sejak saat itu, situasi kemanusiaan di negara tersebut semakin memburuk, dengan jutaan orang membutuhkan bantuan kemanusiaan yang mendesak.
Menyusul perebutan kekuasaan tahun 2021, ASEAN melarang otoritas militer Myanmar dari pertemuan puncaknya untuk memaksa mereka mematuhi rencana perdamaian yang dikenal sebagai Konsensus Lima Titik.
(min)
Lihat Juga :