3.000 Tentara Amerika dan Filipina Ikut Serta dalam Latgab Tahunan
Selasa, 14 Maret 2023 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: China Peringatkan Filipina: Jangan Bawa Serigala ke dalam Rumah!
Berdasarkan perjanjian tersebut, Amerika Serikat dapat menggunakan pangkalan untuk pelatihan bersama, pra-penempatan peralatan dan pembangunan fasilitas seperti landasan pacu, penyimpanan bahan bakar, dan perumahan militer, tetapi tidak untuk mempertahankan kehadiran permanen.
China mengecam perluasan perjanjian itu, menyebutnya sebagai "bagian dari upaya AS untuk mengepung dan menahan China melalui aliansi militernya dengan negara ini".
“Dengan melakukan ini, AS tidak hanya meningkatkan ketegangan, mendorong perpecahan antara China dan Filipina, tetapi juga telah mengganggu dan mengecewakan upaya bersama negara-negara di kawasan ini untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan,” kata juru bicara itu Kedutaan Besar China di Manila.
Filipina belum mengungkapkan pangkalan tambahan yang akan diakses Amerika Serikat, tetapi seorang mantan panglima militer mengatakan mereka termasuk pangkalan di pulau Luzon, menghadap ke utara menuju Taiwan, dan di Palawan di barat daya, dekat Spratly yang disengketakan.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Amerika Serikat dapat menggunakan pangkalan untuk pelatihan bersama, pra-penempatan peralatan dan pembangunan fasilitas seperti landasan pacu, penyimpanan bahan bakar, dan perumahan militer, tetapi tidak untuk mempertahankan kehadiran permanen.
China mengecam perluasan perjanjian itu, menyebutnya sebagai "bagian dari upaya AS untuk mengepung dan menahan China melalui aliansi militernya dengan negara ini".
“Dengan melakukan ini, AS tidak hanya meningkatkan ketegangan, mendorong perpecahan antara China dan Filipina, tetapi juga telah mengganggu dan mengecewakan upaya bersama negara-negara di kawasan ini untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan,” kata juru bicara itu Kedutaan Besar China di Manila.
Filipina belum mengungkapkan pangkalan tambahan yang akan diakses Amerika Serikat, tetapi seorang mantan panglima militer mengatakan mereka termasuk pangkalan di pulau Luzon, menghadap ke utara menuju Taiwan, dan di Palawan di barat daya, dekat Spratly yang disengketakan.
(esn)
Lihat Juga :