Ukraina Jadi Importir Senjata Terbesar Ketiga di Dunia
Senin, 13 Maret 2023 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
“Misalnya, Mesir, salah satu pelanggan terbesar Rusia, membatalkan pesanan besar pesawat tempur pada 2022, mungkin karena tekanan AS,” ungkap SIPRI.
Ketika ekspor senjata Rusia menurun, Prancis, pemasok terbesar ketiga dunia, telah memperoleh bagian yang lebih besar dari perdagangan senjata global, menurut SIPRI.
Pangsa Prancis meningkat dari 7,1% menjadi 11% pada periode antara 2018 dan 2022, karena ekspor ke negara-negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah.
“Tren tersebut tampaknya akan berlanjut karena, pada akhir tahun 2022, Prancis memiliki pesanan ekspor senjata yang jauh lebih banyak daripada Rusia,” ungkap SIPRI.
Mirip dengan Eropa, Asia Timur, wilayah lain dengan ketegangan geopolitik yang tinggi, mengalami peningkatan tajam dalam impor senjata.
Peningkatan terbesar di kawasan ini dilakukan oleh sekutu AS, Korea Selatan dan Jepang masing-masing sebesar 61% dan 171%. Australia juga meningkatkan impornya sebesar 23%.
SIPRI menghubungkan peningkatan tersebut dengan “persepsi ancaman yang berkembang dari China dan Korea Utara”.
Lembaga itu menjelaskan, pemasok utama untuk ketiga negara tersebut adalah AS.
“Ketiganya memperoleh senjata jarak jauh, seperti pesawat tempur canggih dan rudal,” ungkap SIPRI.
Impor senjata China juga mengalami peningkatan 4,1%, dengan sebagian besar transfer berasal dari Rusia.
Ketika ekspor senjata Rusia menurun, Prancis, pemasok terbesar ketiga dunia, telah memperoleh bagian yang lebih besar dari perdagangan senjata global, menurut SIPRI.
Pangsa Prancis meningkat dari 7,1% menjadi 11% pada periode antara 2018 dan 2022, karena ekspor ke negara-negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah.
“Tren tersebut tampaknya akan berlanjut karena, pada akhir tahun 2022, Prancis memiliki pesanan ekspor senjata yang jauh lebih banyak daripada Rusia,” ungkap SIPRI.
Mirip dengan Eropa, Asia Timur, wilayah lain dengan ketegangan geopolitik yang tinggi, mengalami peningkatan tajam dalam impor senjata.
Peningkatan terbesar di kawasan ini dilakukan oleh sekutu AS, Korea Selatan dan Jepang masing-masing sebesar 61% dan 171%. Australia juga meningkatkan impornya sebesar 23%.
SIPRI menghubungkan peningkatan tersebut dengan “persepsi ancaman yang berkembang dari China dan Korea Utara”.
Lembaga itu menjelaskan, pemasok utama untuk ketiga negara tersebut adalah AS.
“Ketiganya memperoleh senjata jarak jauh, seperti pesawat tempur canggih dan rudal,” ungkap SIPRI.
Impor senjata China juga mengalami peningkatan 4,1%, dengan sebagian besar transfer berasal dari Rusia.
(sya)
Lihat Juga :