AS-Korsel Memulai Latihan Perang Terbesar, Abaikan Kemarahan Korut

Senin, 13 Maret 2023 - 10:21 WIB
loading...
A A A
Meskipun kebijakan resmi kedua negara terhadap Korut—bahwa Kim Jong-un harus menyerahkan senjata nuklirnya dan kembali ke meja perundingan—tidak berubah, para ahli mengatakan telah terjadi pergeseran praktis.

"Washington telah secara efektif mengakui bahwa Korea Utara tidak akan pernah menghentikan program nuklirnya," kata An Chan-il, seorang pembelot Korut yang menjadi peneliti yang menjalankan World Institute for North Korea Studies, kepada AFP.

"Latihan perang gabungan Freedom Shield ini adalah yang pertama sejak hal itu terjadi, artinya akan sangat berbeda—baik secara kualitatif maupun kuantitatif—dari latihan gabungan sebelumnya yang berlangsung beberapa tahun terakhir," imbuh dia.

Korea Utara, yang baru-baru ini menyerukan peningkatan "eksponensial" dalam produksi senjata, termasuk senjata nuklir taktis, secara luas diperkirakan akan merespons dengan peluncuran rudal dan latihannya sendiri—dengan para ahli mengatakan lebih banyak kemungkinan selama latihan perang gabungan AS-Korsel.

“Korea Utara akan menggunakan Freedom Shield 2023 Exercise untuk menyatukan rakyatnya dan sebagai alasan untuk berinvestasi lebih lanjut dalam senjata pemusnah massal,” kata Chun In-bum, pensiunan jenderal militer Korea Selatan.

“Lebih banyak peluncuran rudal dengan variasi gaya dan ruang lingkup harus diharapkan bahkan dengan uji coba nuklir. Lebih banyak tindakan intimidasi dari Korea Utara seharusnya tidak mengejutkan.”

Namun Hong Min dari Korea Institute for National Unification mengatakan Pyongyang diperkirakan tidak akan "melewati garis merah".

"Korea Utara kemungkinan akan menahan diri dari kegiatan di mana AS dan Korea Selatan dipaksa untuk melakukan serangan balik sebagai tanggapan," katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved