Marah, Presiden Mikronesia Tuduh China Lakukan Perang Politik dan Penyuapan
Sabtu, 11 Maret 2023 - 04:12 WIB
loading...
A
A
A
“Kamu menyebutnya apa lagi ketika seorang pejabat terpilih diberi amplop berisi uang setelah makan di kedutaan RRC atau setelah pelantikan?” katanya, menggunakan inisial nama resmi China, Republik Rakyat China.
Dia juga mengatakan dia secara pribadi diikuti oleh "dua pria China" saat menghadiri pertemuan di Fiji Juli lalu.
Panuelo mengeklaim bahwa keduanya adalah pejabat kedutaan dan salah satunya kemudian diidentifikasi sebagai "petugas intelijen" yang terkait dengan militer China.
“Agar jelas: Saya mendapat ancaman langsung terhadap keselamatan pribadi saya dari pejabat RRC yang bertindak dalam kapasitas resmi,” imbuh dia, yang juga mengeklaim bahwa dia harus mengganti nomor teleponnya karena panggilan terus-menerus dari duta besar China yang mencoba membujuknya untuk menerima vaksin Covid-19 China.
Panuelo lebih lanjut mengungkapkan bahwa dia telah berdiskusi dengan menteri luar negeri Taiwan tentang kesepakatan yang memungkinkan negaranya untuk menjauhkan diri dari pendanaan dan dukungan China—di mana Taiwan menawarkan untuk mengambil tanggung jawab untuk proyek-proyek besar yang saat ini dibiayai oleh China.
Beijing dengan cepat mengecam klaim tersebut, menuduh Panuelo melakukan fitnah dan tuduhan yang tidak sesuai dengan fakta.
“China selalu memperlakukan semua negara, besar atau kecil, secara setara,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning.
“Pihak China selalu bersedia—berdasarkan Prinsip Satu China—untuk menegakkan prinsip saling menghormati, kesetaraan dan saling menguntungkan, mendorong kerja sama yang bersahabat dengan Mikronesia,” imbuh dia.
Dia juga mengatakan dia secara pribadi diikuti oleh "dua pria China" saat menghadiri pertemuan di Fiji Juli lalu.
Panuelo mengeklaim bahwa keduanya adalah pejabat kedutaan dan salah satunya kemudian diidentifikasi sebagai "petugas intelijen" yang terkait dengan militer China.
“Agar jelas: Saya mendapat ancaman langsung terhadap keselamatan pribadi saya dari pejabat RRC yang bertindak dalam kapasitas resmi,” imbuh dia, yang juga mengeklaim bahwa dia harus mengganti nomor teleponnya karena panggilan terus-menerus dari duta besar China yang mencoba membujuknya untuk menerima vaksin Covid-19 China.
Panuelo lebih lanjut mengungkapkan bahwa dia telah berdiskusi dengan menteri luar negeri Taiwan tentang kesepakatan yang memungkinkan negaranya untuk menjauhkan diri dari pendanaan dan dukungan China—di mana Taiwan menawarkan untuk mengambil tanggung jawab untuk proyek-proyek besar yang saat ini dibiayai oleh China.
Beijing dengan cepat mengecam klaim tersebut, menuduh Panuelo melakukan fitnah dan tuduhan yang tidak sesuai dengan fakta.
“China selalu memperlakukan semua negara, besar atau kecil, secara setara,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning.
“Pihak China selalu bersedia—berdasarkan Prinsip Satu China—untuk menegakkan prinsip saling menghormati, kesetaraan dan saling menguntungkan, mendorong kerja sama yang bersahabat dengan Mikronesia,” imbuh dia.
Lihat Juga :