Picu Aksi Protes, Georgia Cabut RUU Agen Asing Bergaya Rusia

Jum'at, 10 Maret 2023 - 10:27 WIB
loading...
Picu Aksi Protes, Georgia...
Georgia mencabut RUU Agen Asing bergaya Rusia setealah memicu aksi protes sengit selama dua malam. Foto/NDTV
A A A
TBILISI - Partai yang berkuasa di Georgia mengatakan akan mencabut Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang "agen asing" setelah perlawanan keras memuncak dalam aksi protes dalam dua malam. RUU itu menuai kritik karena dianggap akan membatasi kebebasan pers dan melemahkan upaya negara untuk menjadi calon anggota Uni Eropa (UE).

Ribuan orang berdemonstrasi menentang RUU tersebut, yang dianggap sebagai perubahan otoriter dan dapat melemahkan upaya Tbilisi untuk bergabung dengan UE.

Para pengunjuk rasa mengatakan RUU "agen asing" yang diusulkan mencerminkan undang-undang 2012 di Rusia yang sejak itu digunakan untuk menindak perbedaan pendapat dan menekan LSM serta media yang didanai Barat.

Baca Juga: Tolak RUU Agen Asing Gaya Rusia, Demonstran Kepung Parlemen Georgia

Partai Georgian Dream mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya akan mencabut RUU didukungnya tanpa syarat itu. Pernyataan ini mengutip kebutuhan untuk mengurangi "konfrontasi" di masyarakat seperti dilansir dari The Guardian, Jumat (10/3/2023).

Malam sebelumnya ratusan polisi, banyak yang membawa tameng anti huru hara, menggunakan meriam air dan gas air mata dalam bentrokan di Ibu Kota Georgia, Tbilisi. Lebih dari 100 pengunjuk rasa ditangkap selama aksi protes minggu ini.

Ribuan telah berbaris di jalan-jalan untuk menentang undang-undang yang diusulkan yang akan mewajibkan organisasi mana pun yang menerima lebih dari 20% dana mereka dari luar negeri untuk mendaftar sebagai "agen asing" atau menghadapi denda yang besar.

Para pengunjuk rasa yang membawa bendera Georgia, Uni Eropa, dan Ukraina berkumpul di luar gedung parlemen dan berteriak: "Tidak pada hukum Rusia."

Demonstran juga memblokade Rustaveli Avenue di pusat kota, setelah ada seruan dari partai oposisi utama, Persatuan Gerakan Nasional, untuk berkumpul di sana.

Delegasi UE ke Georgia menyambut baik pengumuman tersebut, dengan mengatakan ingin mendorong semua pemimpin politik di Georgia untuk melanjutkan reformasi pro-UE, dengan cara yang inklusif dan konstruktif.

UE sedang mempertimbangkan aplikasi Georgia untuk status kandidat. Sebelumnya, presiden Dewan Eropa, Charles Michel, memperingatkan bahwa mengadopsi yang disebut RUU agen asing tidak sesuai dengan jalur UE.

Terlepas dari pengumuman pencabutan RUU, anggota oposisi Georgia mengatakan mereka akan menggelar unjuk rasa baru pada Kamis malam.

Baca Juga: Georgia Rusuh, Demonstran Tolak RUU Agen Asing Gaya Rusia

“Akan ada unjuk rasa hari ini. Kita perlu mendapatkan kejelasan tentang bagaimana pemerintah bermaksud menarik kembali RUU tersebut karena pernyataan mereka tidak jelas,” kata Tsotne Koberidze, seorang anggota oposisi.

Pihak oposisi juga mendesak pihak berwenang untuk membebaskan semua pengunjuk rasa yang ditahan selama protes minggu ini.

Pada Kamis malam, kerumunan beberapa ribu orang berkumpul di Tbilisi tengah.

Segera setelah itu, Kementerian Dalam Negeri Georgia mengatakan telah membebaskan 133 orang yang ditahan oleh polisi selama aksi unjuk rasa, sebuah pengumuman yang disambut dengan sorak-sorai oleh para demonstran.

Belum jelas apakah oposisi akan menyerukan aksi protes lebih lanjut.

Beberapa yang hadir mengatakan mereka ingin terus memprotes tentang apa yang mereka katakan sebagai pergeseran ke arah yang otoriter dan pro-Rusia.

“Saya akan terus pergi ke aksi unjuk rasa, kita tidak bisa berhenti sekarang,” kata seorang pengunjuk rasa.

“Ini adalah kesempatan besar kami untuk mengakhiri semua hubungan dengan Rusia. Kami ingin bersama UE,” sambungnya.

Baca Juga: Profil Salome Zourabichvili, Presiden Georgia yang Dukung Demo Rakyat Tolak RUU Agen Asing
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Unjuk Rasa di DPR, Massa...
Unjuk Rasa di DPR, Massa HMI Bawa Boneka Jelangkung
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
Mesir Comeback, Mo Salah...
Mesir Comeback, Mo Salah Antar The Pharaohs Gulung Selandia Baru 3-1
Gaya Hidup Sehat Masyarakat...
Gaya Hidup Sehat Masyarakat Urban: Intip Keseruan Summer Wellness Club 2026 di Kuningan City Mall
Berita Terkini
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Infografis
Klaim AS Hendak Bunuh...
Klaim AS Hendak Bunuh Putin Bisa Picu Perang Nuklir dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved