Arab Saudi Terapkan Aturan Ketat Saat Ramadan, Batasi Pengeras Suara dan Awasi Jemaah

Kamis, 09 Maret 2023 - 12:14 WIB
loading...
Arab Saudi Terapkan...
Pemandangan Masjidilharam di Mekkah, Arab Saudi, pada 8 Januari 2023. Foto/Hani Alshaer/Anadolu Agency
A A A
RIYADH - Arab Saudi mengumumkan seperangkat peraturan dan pembatasan ketat selama bulan suci Ramadan tahun ini.

Peraturan itu termasuk beberapa yang kontroversial seperti pengurangan pengeras suara masjid, pengawasan jemaah yang ingin i'tikaf selama 10 hari terakhir, pembatasan donasi dan pelarangan pembuatan film atau penyiaran salat di dalam masjid.



Dalam dokumen yang dirilis dan diedarkan pada Jumat (3/3/2023) oleh Menteri Urusan Islam Arab Saudi Abdul Latif Al-Sheikh, bulan suci Ramadan diatur oleh sepuluh poin, yang harus dipatuhi orang-orang di dalam Kerajaan.

Di antara perintah tersebut adalah, “Imam dan muadzin tidak boleh absen kecuali sangat mendesak, shalat Tarawih (malam) tidak diperpanjang, dan menyelesaikan shalat tahajud pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sebelum adzan salat subuh, dengan waktu yang cukup, agar tidak menyusahkan jemaahnya.”

Baca juga: Ulama Arab Saudi Takut Ditahan Gara-gara Kritik Penguasa, Kini Kabur ke Negara Aman

Menurut laporan Middle East Monitor, aturan ini juga mencakup hal-hal seperti, "Tidak menggunakan kamera di masjid untuk memotret imam dan jemaah selama salat, dan tidak menyiarkan salat atau menyiarkannya di media apa pun."

Peraturan itu juga mewajibkan "tanggung jawab imam untuk mengotorisasi i'tikaf (berdiam diri di masjid selama sepuluh hari terakhir) dan mengetahui data mereka."

Kementerian juga melarang masjid mengumpulkan sumbangan keuangan untuk makan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, dan untuk makanan semacam itu disiapkan dan diadakan di area yang ditentukan di halaman masjid daripada di dalam masjid itu, dan dilakukan di bawah tanggung jawab dari imam dan muadzin.

Baca juga: AS Pamer Bomber Siluman Generasi Terbaru, Dibanderol Rp11 Triliun Per Pesawat

Keputusan kontroversial lainnya yang diumumkan Kementerian adalah pembatasan jumlah dan volume pengeras suara yang mengumandangkan adzan.

Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari keputusan yang sama awal tahun ini dan tahun lalu.

Pemerintah Saudi juga melarang total penyiaran doa dan bacaan mereka, bersama dengan larangan orang tua membawa anak ke masjid untuk salat.

Pembatasan tersebut telah memicu kemarahan dan reaksi dari banyak Muslim di seluruh dunia.

Para kritikus melihat peraturan tersebut sebagai upaya lebih lanjut oleh pemerintah Saudi, di era Putra Mahkota Mohammed bin Salman, untuk membatasi pengaruh Islam dalam kehidupan publik melalui penggunaan pembatasan yang telah lama dipraktikkan orang-orang seperti mantan diktator Tunisia Zine El Abidine Ben Ali dan bekas Uni Soviet.

Sementara itu, seperti yang ditunjukkan para kritikus, pemerintah Saudi semakin mempromosikan konser musik dan mengundang artis Barat populer serta tokoh budaya yang dianggap tak senonoh dalam upaya menarik khalayak internasional dan membuka masyarakat Kerajaan.

Juru bicara Kementerian, Abdullah Al-Enezi, menepis kekhawatiran tersebut dalam wawancara telepon dengan saluran Al-Saudiya.

Dia menyatakan, "Kementerian tidak mencegah berbuka puasa di masjid tetapi, sebaliknya, menyelenggarakannya, sehingga ada penanggung jawab yang mendapat izin darinya, dan mendapat fasilitas dalam rangka menjaga kesucian dan kebersihan masjid serta tidak memungut sumbangan selain kedinasan.”

Dia juga membahas larangan merekam dan menyiarkan salat, mengklaim itu bertujuan "untuk melindungi salat dari eksploitasi dan aturan itu bukan karena ketidakpercayaan terhadap imam, pengkhotbah atau dosen melainkan untuk menghindari kesalahan, terutama jika itu tidak disengaja."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
Pertemuan Putin dan...
Pertemuan Putin dan Trump Digelar Bulan Ini di Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved