Iran Tangkap Sejumlah Orang Terkait Serangan Racun

Rabu, 08 Maret 2023 - 02:17 WIB
loading...
Iran Tangkap Sejumlah...
Iran menangkap sejumlah orang terkait serangan racun terhadap siswi sekolah. Foto/Ilustrasi
A A A
TEHERAN - Iran mengumumkan telah menangkap sejumlah atas serentetan serangan racun terhadap siswi yang telah mempengaruhi lebih dari 5.000 siswa sejak akhir November lalu. Ini adalah penangkapan pertama terhadap kasus tersebut.

Sebelumnya, Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Senin telah menyerukan agar para pelaku "kejahatan tak termaafkan" itu dilacak "tanpa ampun" saat kemarahan publik meningkat.

"Berdasarkan tindakan intelijen dan penelitian badan intelijen, sejumlah orang telah ditangkap di lima provinsi dan badan terkait sedang melakukan penyelidikan penuh," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Iran, Majid Mirahmadi, kepada televisi pemerintah seperti dikutip dari France 24, Rabu (8/3/2023).

Dia tidak mengidentifikasi mereka yang ditahan atau menguraikan kemungkinan motif apa pun.

Sementara itu jaksa Teheran Ali Salehi memperingatkan mereka yang menyebarkan kebohongan dan desas-desus tentang peracunan bahwa akan ditangani secara tegas dan legal, lapor situs web pengadilan Mizan Online.

"Dalam sepekan terakhir, kasus dan tuntutan pengadilan telah diajukan terhadap manajer media Hammihan, Rouydad 24 dan Shargh, serta beberapa individu," tambah Salehi.

Baca Juga: Khamenei: Meracuni Siswi di Iran Adalah Kejahatan Tak Termaafkan

Puluhan sekolah Iran telah dilanda keracunan sejak akhir November, dengan murid-murid menderita gejala mulai dari sesak napas hingga mual dan vertigo setelah melaporkan bau tak sedap di lingkungan sekolah. Beberapa dari mereka telah dirawat di rumah sakit.

"Dua puluh lima (dari 31) provinsi dan sekitar 230 sekolah telah terpengaruh, dan lebih dari 5.000 anak perempuan dan laki-laki diracuni," kata Mohammad-Hassan Asafari, anggota komite pencari fakta parlemen, kepada kantor berita ISNA pada hari Senin.

"Berbagai tes sedang dilakukan untuk mengidentifikasi jenis dan penyebab keracunan. Sejauh ini, belum ada informasi spesifik mengenai jenis racun yang digunakan," imbuhnya.

Peracunan misterius telah memicu gelombang kemarahan dan tuntutan tindakan dari pihak berwenang.

Mereka juga telah memicu kekhawatiran internasional dan seruan Barat untuk penyelidikan independen, terutama karena kasus pertama dilaporkan segera setelah dimulainya aksi protes nasional atas kematian wanita Kurdi Iran, Mahsa Amini (22), menyusul penangkapannya karena diduga melanggar aturan berpakaian wanita Iran yang ketat.

Presiden Ebrahim Raisi menugaskan Kementerian Dalam Negeri Iran dan intelijen pekan lalu untuk memberikan pembaruan terus-menerus tentang kasus peracunan, menjulukinya sebagai konspirasi musuh untuk menciptakan ketakutan dan keputusasaan di antara masyarakat.

"Dalam waktu kurang dari lima persen siswa yang dipindahkan ke rumah sakit, ditemukan bahan-bahan yang mengiritasi yang menyebabkan kesehatan mereka buruk," kata Kementerian Dalam Negeri Iran dalam pembaruan terbarunya Senin.

Baca Juga: Kasus Keracunan Siswi Iran Terus Berlanjut, Demo Pecah di Teheran

"Untungnya, sejauh ini, tidak ada zat beracun atau berbahaya yang ditemukan di salah satu siswa yang dipindahkan ke pusat kesehatan," sambung pernyataan itu.

Wakil Menteri Kesehatan Iran Saeed Karimi mengatakan gejalanya termasuk iritasi pernapasan, sakit perut, lemah dan lesu.

Iritasi yang dihirup ini belum tentu berupa gas tetapi bisa dalam bentuk bubuk atau pasta atau bahkan cairan, yang bila dituangkan di atas pemanas atau diuapkan oleh panas dapat menyebabkan komplikasi, tambahnya.

Kasus terbaru - dilaporkan oleh kantor berita ISNA - melibatkan 40 siswa, semuanya perempuan, di kota tenggara Zahedan yang bergolak pada hari Selasa.

Gedung Putih pada Senin menyerukan penyelidikan independen yang kredibel terhadap keracunan tersebut.

Kasus pertama dilaporkan di Ibu Kota ulama Syiah Iran, Qom, pada akhir November, sebulan setelah protes Amini yang kemudian menyebar ke universitas dan sekolah.

Baca Juga: Raisi Sebut 'Musuh' Iran di Balik Serangan Racun Siswi Sekolah, Tuding AS?
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
10 Alasan Dunia Cenderung...
10 Alasan Dunia Cenderung Senang Lihat Serangan Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved