Profil Ho Chi Minh, Pemimpin Komunis Paling Sukses di Asia Tenggara

Selasa, 07 Maret 2023 - 15:17 WIB
loading...
Profil Ho Chi Minh,...
Pendiri Vietnam Ho Chi Minh. Foto/ria novosti
A A A
HANOI - Pendiri Vietnam sekaligus pemimpin komunis paling sukses di Asia Tenggara, Ho Chi Minh, merupakan tokoh terkenal di dunia.

Pria bernama asli Nguyen Sinh Cung ini lahir di Hoang Tru, 19 Mei 1890, dan wafat di Hanoi, 2 September 1969.

Ia menjadi seorang komunis garis keras saat menghabiskan sebagian besar waktunya di Moskow pada tahun 1930-an. Karena sangat dekat dengan komunis, Ho dianggap sebagai kaki tangan Joseph Stalin.

Namun, kabar tersebut tidak terbukti kebenarannya. Ho adalah penggerak anti-kolonial usai Perang Dunia II di Asia. Hal itulah yang membuat Ho disegani.

Bukan berasal dari keluarga berada, Ho lahir di lingkungan keluarga dengan ekonomi rendah. Meskipun begitu, Ho mendapat kesempatan untuk belajar di sebuah sekolah tata bahasa yang ada di Hue.

Baca juga: Korut: AS Tembak Jatuh Rudal Pyongyang Dianggap Deklarasi Perang!

Setelahnya, Ho memperoleh berbagai kesempatan untuk bekerja paruh waktu, salah satunya di sebuah institut teknik di Saigon.

Sekitar tahun 1911, Ho Chi Minh pindah ke Prancis dan mengganti namanya menjadi Ba. Ia bekerja sebagai juru masak di kapal uap Prancis.

Di sana pula, ia mendirikan partai komunis pada tahun 1920. Baru setelahnya, Ho hijrah ke Moskow. Selain itu, ia juga terlibat dalam perlawanan rakyat Vietnam terhadap kolonialisme Prancis.

Saat berada di Moskow, Ho tercatat pernah menimba ilmu di Universitas Komunis Kaum Pekerja dari Timur yang dimiliki oleh Comintern.

Comintern adalah organisasi internasional asal Uni Soviet yang memiliki fokus utama untuk menyebarkan paham komunisme ke berbagai negara di dunia.

Setelah merasa cukup belajar di Moskow, Ho pindah ke China, tepatnya Guangzhou atau yang dulu bernama Kanton. Di wilayah bagian selatan China ini, Ho bekerja sebagai penerjemah di Badan Telegraf Rusia.

Di negaranya, Ho mendirikan Partai Komunis Indochina (PCI) tahun 1929. Awalnya, partai tersebut dikenal dengan nama Partai Komunis Vietnam.

Namun, ia menggantinya menjadi Partai Komunis Indochina pada Oktober 1930. Britannica menyebut, keberadaan PCI bertepatan dengan mulai bergeraknya kelompok pemberontakan kekerasan Vietnam. Gerakan ini sangat kasar dan hampir membunuh Ho. Bahkan, Ho sempat berlindung ke Hong Kong.

Ho juga mendirikan PCI di Hong Kong pada tahun 1930. Sayangnya, ia diringkus pemerintah Inggris karena dinilai terlibat dalam kegiatan revolusioner.

Sekembali ia ke negaranya pada tahun 1941, Ho langsung mendirikan sebuah liga yang mendukung kemerdekaan Vietnam. Liga tersebut diisi oleh beragam kelompok komunis pendukung kemerdekaan Vietnam.

Di masa-masa akhir Perang Dunia II, Ho berhasil menguasai kota-kota di Vietnam, melalui jalur gerilya. Ia beserta pasukannya melawan penjajah Jepang dan Prancis.

Tepat pada 2 September 1945, Ho mengumumkan kemerdekaan Republik Demokratik Vietnam dan menjabat sebagai presiden pertamanya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Berita Terkini
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved