Jelang 9 Tahun Tragedi Lenyapnya Pesawat MH370, Ini Respons Malaysia

Senin, 06 Maret 2023 - 10:15 WIB
loading...
Jelang 9 Tahun Tragedi...
Tragedi lenyapnya penerbangan Malaysia Airlines MH370 akan memasuki tahun kesembilan pada 8 Maret 2023. Malaysia siap mencari lagi pesawat pembawa 239 orang tersebut. Foto/REUTERS
A A A
KUALA LUMPUR - Tragedi lenyapnya penerbangan MH370 milik Malaysia Airlines akan memasuki tahun kesembilan pada 8 Maret 2023 nanti. Pemerintah Malaysia merespons dengan siap meluncurkan operasi pencarian baru.

Menteri Transportasi Anthony Loke pada hari Minggu mengatakan operasi pencarian baru akan diluncurkan jika ada informasi baru dan kredibel tentang lokasi pesawat nahas tersebut.

Dalam pesan menjelang peringatan sembilan tahun hilangnya penerbangan MH370, Loke juga menyampaikan simpatinya kepada keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines yang hilang tanpa jejak.

Baca juga: MH370 Berputar-putar 20 Menit, Kuatkan Teori Pilot Sengaja Menjatuhkannya

"Sebagai menteri transportasi, saya tidak akan menutup buku tentang tragedi ini," kata Loke, seperti dikutip Malay Mail.

“Saya menegaskan kembali posisi pemerintah Malaysia bahwa pertimbangan akan diberikan untuk operasi pencarian di masa depan jika ada informasi baru dan kredibel tentang lokasi potensial tempat peristirahatan terakhir pesawat," paparnya.

Penerbangan MH370 terbang dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014. Namun, penerbangan itu hilang di atas Laut China Selatan secara misterius.

Hingga saat ini, pesawat beserta 239 orang (227 penumpang 12 awak) belum ditemukan meski upaya pencarian multinasional berlangsung bertahun-tahun. Dari ratusan orang itu, beberapa di antaranya adalah warga negara Indonesia (WNI).

Pencarian bawah air untuk pesawat di Samudera Hindia telah mencakup area seluas 120.000 kilometer persegi dan menelan biaya sekitar RM605 juta (lebih dari Rp2 triliun) kemudian ditangguhkan tanpa batas waktu pada Januari 2017 sampai Malaysia menerima tawaran "no-cure, no-fee" dari perusahaan eksplorasi Amerika Serikat Ocean Ocean Infinity pada tahun 2018.

Pencarian selama tiga bulan mencakup area seluas 112.000 km persegi di utara area target semula, tanpa penemuan baru ketika dibatalkan pada Mei 2018.

Baca juga: Pakar: Pilot Sengaja Jatuhkan Malaysia Airlines MH370, Pecah Jadi Dua

Sebuah laporan resmi setebal 495 halaman pada Juli 2018 menyatakan MH370 sengaja dibawa keluar jalur oleh seseorang atau beberapa orang tak dikenal.

Operasi pencariannya tercatat sebagai upaya termahal dalam sejarah penerbangan.

Pada acara peringatan khusus yang disebut "9th Annual MH370 Remembrance Event 2023" di Facebook, pembawa acara Grace Subatharai Nathan menyerukan agar pencarian dilanjutkan untuk semua orang yang kehilangan orang yang mereka cintai.

“Begitu banyak yang telah terjadi dalam sembilan tahun. Ada bayi yang belum lahir seperti yang diharapkan oleh kerabat terdekat ketika pesawat menghilang. Bayi itu sekarang bersekolah dan berada di Standar Satu atau Dua, begitulah waktu yang telah berlalu," katanya.

“Saya adalah seorang pelajar pada saat itu dan sekarang saya adalah seorang ibu. Lainnya adalah kakek-nenek, suami tapi yang selalu kami katakan adalah MH370 bukanlah sejarah, ini adalah masa depan. Jika kita tidak tahu apa yang terjadi pada MH370, kita tidak bisa mencegahnya terjadi lagi," paparnya.

“Hari ini kita, besok bisa siapa saja yang naik pesawat dan itu harus dicegah dengan segala cara. Ini bukan misteri yang harus dibiarkan menjadi misteri selamanya, itu tidak bisa diterima,” imbuh dia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Berita Terkini
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved