Pemberontakan Taiping, Ambisi Hong Xiuquan yang Mengaku Adik Yesus untuk Menguasai China
Kamis, 02 Maret 2023 - 15:59 WIB
loading...
A
A
A
Setelah terbangun dari mimpinya, dia membaca pamflet Kristen yang diberikan orang misterius sebelumnya. Saat itu juga, dia meyakini bahwa mimpinya memiliki hubungan dengan dunia nyata. Setan di mimpi digambarkan sebagai dinasti Manchu yang telah lama memerintah Tiongkok.
Kemudian, sosok ayah berjanggut adalah Tuhan, sementara dewa yang memberinya senjata untuk pertempuran adalah kakak laki-lakinya yang dianggap sebagai Yesus.
Pada akhirnya, Hong mencoba mengikuti instruksi dari ayah dalam mimpinya. Segera dia menuju pegunungan Guangxi dan bergabung dengan komunitas kecil bernama ‘Penyembah Tuhan’.
Dalam waktu singkat, sosoknya yang karismatik bisa memikat banyak orang. Seiring waktu, gerakannya berkembang pesat. Tercatat, sekitar puluhan ribu orang bergabung dengan gerakan tersebut.
Gerakan besar tersebut menarik perhatian dinasti Qing dan menjadikan mereka sebagai ancaman. Pada 1851, Hong mendeklarasikan gerakannya sebagai negara baru bernama Taiping Tianguo.
Pertempuran pertama antara dinasti Qing dan Taiping pun terjadi. Menariknya, tentara Taiping berhasil menang. Momentum besar terjadi saat mereka merebut kota Yuezhou, Hankou, Changsha, hingga Nanjing yang dijadikan ibukota pada 1853.
Kemudian, sosok ayah berjanggut adalah Tuhan, sementara dewa yang memberinya senjata untuk pertempuran adalah kakak laki-lakinya yang dianggap sebagai Yesus.
Pada akhirnya, Hong mencoba mengikuti instruksi dari ayah dalam mimpinya. Segera dia menuju pegunungan Guangxi dan bergabung dengan komunitas kecil bernama ‘Penyembah Tuhan’.
Dalam waktu singkat, sosoknya yang karismatik bisa memikat banyak orang. Seiring waktu, gerakannya berkembang pesat. Tercatat, sekitar puluhan ribu orang bergabung dengan gerakan tersebut.
Gerakan besar tersebut menarik perhatian dinasti Qing dan menjadikan mereka sebagai ancaman. Pada 1851, Hong mendeklarasikan gerakannya sebagai negara baru bernama Taiping Tianguo.
Pertempuran pertama antara dinasti Qing dan Taiping pun terjadi. Menariknya, tentara Taiping berhasil menang. Momentum besar terjadi saat mereka merebut kota Yuezhou, Hankou, Changsha, hingga Nanjing yang dijadikan ibukota pada 1853.
Lihat Juga :