Inilah Alasan Pendeta Katolik AS Tersohor Masuk Islam, Mengaku Mudik

Selasa, 28 Februari 2023 - 09:11 WIB
loading...
Inilah Alasan Pendeta...
Pastor Hilarion Heagy (kiri) setelah masuk Islam bernama Said Abdul Latif (kanan). Foto/twitter
A A A
WASHINGTON - Pendeta Katolik Kristen Timur terkemuka yang berbasis di California, Pastor Hilarion Heagy, telah masuk Islam setelah meninggalkan agama Kristen.

Kabar keputusannya masuk Islam membuat heboh seluruh Negeri Paman Sam.

Heagy yang kini berganti nama menjadi Said Abdul Latif mengatakan, kecenderungannya terhadap Islam sudah terjadi sejak 20 tahun lalu, namun baru belakangan ini dia memeluk agama tersebut.

“Seseorang tidak bisa menjadi pendeta dan biarawan di depan umum, dan seorang Muslim secara pribadi,” tutur dia.

Baca juga: Pendeta Katolik AS Tersohor yang Masuk Islam Kini Bernama Said Abdul Latif

Sesuai outlet berita Ummid, Pastor Hilarion Heagy mengatakan perpindahannya ke agama Islam seperti "mudik" dan sebenarnya adalah "kembali ke Islam."

Heagy menulis di posting blognya, “Ini benar-benar seperti 'pulang ke rumah.' Iman primordial saya. Karena Al-Quran menyatakan bahwa kita menyembah Allah saja dan tunduk kepadanya bahkan sebelum kita lahir.”

Lebih lanjut membenarkan pendiriannya, Hilarion Heagy mengutip dari Al-Quran, “Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan dari keturunan anak Adam keturunan mereka dan menyuruh mereka bersaksi tentang diri mereka sendiri. Allah bertanya, 'Bukankah Aku Tuhanmu?' Mereka menjawab, 'Ya, Engkau! Kami bersaksi.' Dia memperingatkan, 'Sekarang Kamu tidak punya hak untuk mengatakan pada Hari Penghakiman, 'Kami tidak mengetahui hal ini.'' (Qur'an Surat 7:172)."

Baca juga: Pendeta Katolik Terkemuka AS Picu Kehebohan karena Masuk Islam

Pastor Heagy, yang sangat dihormati di antara para pengikutnya karena baik hati, suci, dan sangat sabar, sebelumnya adalah seorang Pendeta Ortodoks Rusia.

Sekitar tahun 2003, Heagy beralih ke Gereja Ortodoks Antiokhia, yang dia tinggalkan pada tahun 2017 untuk bergabung dengan Gereja Katolik Timur.

Dia kemudian lulus dari Biara Kebangkitan Suci St Nazianz dan menjadi biarawan pendeta Katolik Bizantium. Sejak itu dia menjadi seorang Muslim.

Menurut outlet berita Ummid, Heagy menambahkan, “Inilah alasan mengapa orang yang masuk Islam tidak berbicara tentang 'konversi' tetapi tentang 'kembali' ke Islam, yang merupakan proses panjang untuk kembali.”

Heagy mengatakan sejak dia mengumumkan berita masuk Islam, dia telah menerima pesan tulus dari umat Islam.

“Kehangatan dan keramahtamahan yang saya saksikan dan terima dari komunitas Muslim sangat fenomenal. Belum pernah saya mengalami keramahan seperti itu. Masa depan, bagi saya, tidak pasti. Lompatan ke dalam kegelapan selalu dilakukan dengan beberapa kecemasan," tutur dia.

Para netizen ramai membicarakan perubahan agama mantan pendeta Kristen itu, dengan beberapa pengguna berharap dia baik-baik saja dalam perjalanannya.

Lebih lanjut dalam posting blognya, dia mengatakan setelah membuat keputusan untuk masuk Islam, dia merasakan "kedamaian, kegembiraan, dan kelegaan" yang "akhirnya membawa saya pulang."

"Sekarang mulailah pekerjaan untuk masuk lebih dalam ke dalam iman. Pembelajaran yang lebih dalam. Cinta untuk Dien. Cinta untuk Ummah. Cinta untuk Nabi," papar dia.

Pastor Hilarion Heagy menambahkan dia telah menerima pesan dan telepon dari orang-orang di seluruh dunia yang menanyakan alasan di balik meninggalkan agama Kristen dan memeluk Islam.

Dia juga membagikan daftar sumber referensi yang berguna baginya untuk membuat keputusan ini.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved