Netanyahu Tetap Akan Lanjutkan Pembangunan Permukiman Yahudi di Tepi Barat
Senin, 27 Februari 2023 - 23:15 WIB
loading...
Netanyahu Tetap Akan Lanjutkan Pembangunan Permukiman Yahudi di Tepi Barat. FOTO/Anadolu Agency
A
A
A
YERUSALEM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, tidak akan ada perubahan dalam rencana untuk membangun permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.
Pernyataan Netanyahu datang setelah pertemuan yang diadakan di Aqaba, Yordania pada Minggu (26/2/2023), dengan partisipasi Palestina, Israel, Yordania, Amerika Serikat (AS), dan Mesir.
Baca: Anggota Parlemen Israel: Kami Ingin Bakar Desa-desa Palestina
Perdana menteri Israel membantah laporan oleh media Israel bahwa setelah pertemuan tersebut, Israel memutuskan untuk membekukan pembangunan permukiman baru di Tepi Barat selama empat bulan.
“Pembangunan dan penataan di Yudea dan Samaria (nama Yahudi untuk Tepi Barat) akan berlanjut sesuai perencanaan dan jadwal awal tanpa ada perubahan. Tidak ada dan tidak akan ada pembekuan," cuit Netanyahu, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Yordania menerbitkan pernyataan penutupan pertemuan keamanan di Aqaba.
"Pemerintah Israel dan Otoritas Nasional Palestina mengkonfirmasi kesiapan dan komitmen bersama mereka untuk segera bekerja mengakhiri tindakan sepihak untuk jangka waktu 3-6 bulan," sebut pernyataan Kemenlu Yordania.
Pernyataan Netanyahu datang setelah pertemuan yang diadakan di Aqaba, Yordania pada Minggu (26/2/2023), dengan partisipasi Palestina, Israel, Yordania, Amerika Serikat (AS), dan Mesir.
Baca: Anggota Parlemen Israel: Kami Ingin Bakar Desa-desa Palestina
Perdana menteri Israel membantah laporan oleh media Israel bahwa setelah pertemuan tersebut, Israel memutuskan untuk membekukan pembangunan permukiman baru di Tepi Barat selama empat bulan.
“Pembangunan dan penataan di Yudea dan Samaria (nama Yahudi untuk Tepi Barat) akan berlanjut sesuai perencanaan dan jadwal awal tanpa ada perubahan. Tidak ada dan tidak akan ada pembekuan," cuit Netanyahu, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Yordania menerbitkan pernyataan penutupan pertemuan keamanan di Aqaba.
"Pemerintah Israel dan Otoritas Nasional Palestina mengkonfirmasi kesiapan dan komitmen bersama mereka untuk segera bekerja mengakhiri tindakan sepihak untuk jangka waktu 3-6 bulan," sebut pernyataan Kemenlu Yordania.
Lihat Juga :