Seymour Hersh Ungkap Alasan AS Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia

Jum'at, 24 Februari 2023 - 18:37 WIB
loading...
Seymour Hersh Ungkap...
Wartawan investigasi legendaris Amerika Serikat, Seymour Hersh, mengungkap alasan Amerika meledakkan pipa Nord Stream yang menyuplai gas Rusia ke Eropa Barat. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Wartawan investigasi legendaris Amerika Serikat (AS), Seymour Hersh, mengungkap alasan Amerika meledakkan pipa Nord Stream yang menyuplai gas Rusia ke Eropa Barat.

Menurut Hersh, Presiden AS Joe Biden memerintahkan peledakan pipa Nord Stream dengan bom yang ditanam Angkatan Laut Amerika di bawah Laut Baltik untuk memastikan Jerman tidak dapat berubah pikiran tentang sanksi terhadap Rusia dan pengiriman senjata ke Ukraina.

Wartawan peraih Pulitzer Prize itu mengungkap alasan Amerika tersebut selama wawancara dalam program "Going Underground" Russia Today yang disiarkan sekilas pada hari Kamis. Wawancara lengkapnya akan ditayangkan pada Sabtu (25/2/2023) besok.

Baca juga: Jurnalis Kondang Peraih Pulitzer: AS Dalang Sabotase Pipa Nord Stream Rusia

Awal bulan ini, Hersh menerbitkan sebuah artikel yang menyalahkan AS dan Norwegia atas serangkaian ledakan yang melumpuhkan jaringan pipa gas Nord Stream 1 dan Nord Stream 2.

Dalam sebuah wawancara dengan penyiar program "Going Underground" Afshin Rattansi, Hersh mengatakan komunitas intelijen AS sudah menyusun rencana tersebut pada akhir 2021, sebelum meningkatnya permusuhan di Ukraina.

Namun, ketika Biden dan Wakil Menteri Luar Negeri Victoria Nuland secara terbuka berbicara tentang "menghentikan" dan "mengakhiri" operasional Nord Stream 2, Hersh mengeklaim komunitas intelijen AS kesal. "Karena itu seharusnya menjadi operasi rahasia," katanya.

“Orang-orang yang melakukan hal ini di komunitas intelijen, pada awalnya mengira itu adalah ide yang bagus,” kata Hersh kepada Rattansi.

Menurut ceritanya, bom ditanam pada bulan Juni, selama latihan Angkatan Laut BALTOPS 2022 yang dijadwalkan di pulau Bornholm, Denmark. Bom meledak pada akhir September, karena Ukraina menghadapi "masalah serius" di medan perang.

“Itu tidak akan membantu perang. Apa yang dia lakukan adalah untuk mencegah Jerman dan Eropa Barat, seandainya musim dingin datang dengan cepat, untuk membuka saluran pipa,” kata Hersh.

Baca juga: Rusia: AL Inggris Terlibat dalam Ledakan Pipa Nord Stream

"Alasan untuk misi tersebut adalah untuk memastikan bahwa Eropa terus mendukung NATO dan terus menyalurkan senjata ke dalam apa yang jelas merupakan perang proksi melawan Rusia yang sedang diperjuangkan saat ini,” paparnya.

Ditanya apakah Moskow entah bagaimana "merindukan" keterlibatan Amerika, dan sebaliknya berfokus pada Inggris, Hersh mengatakan dia belum berbicara dengan siapa pun di Rusia.

Satu hal yang bisa dia katakan adalah bahwa “benar-benar gila” bagi Rusia jika meledakkan pipanya sendiri. Menurutnya, hampir semua orang di bisnis pipa setuju dengan penilaiannya itu.

Gedung Putih, Pentagon, dan Departemen Luar Negeri AS semuanya menolak artikel Hersh dengan mengecamnya sebagai "fiksi" dan menyangkal semua tuduhan keterlibatan AS dalam serangan terhadap pipa Nord Stream.

Rusia telah menyerukan penyelidikan independen PBB atas apa yang digambarkannya sebagai tindakan terorisme internasional.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Berita Terkini
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved