Balas Tudingan, China Sebut AS Pengganggu Utama di Panggung Dunia

Rabu, 22 Februari 2023 - 11:26 WIB
loading...
Balas Tudingan, China...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Wang Wenbin. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai "pengganggu utama" di panggung dunia. Menurut Beijing, Washington mencari "hegemoni" atas negara-negara lain.

Pernyataan China itu muncul sebagai balasan setelah seorang pejabat Amerika mengecam Beijing karena kebijakan "agresif".

Selama jumpa pers pada Selasa (21/2/2023), juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Wang Wenbin diminta menanggapi pernyataan baru-baru ini oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman, yang menuduh China berusaha "membentuk ulang tatanan internasional berbasis aturan."

“Fakta telah sepenuhnya membuktikan bahwa AS adalah pengganggu utama aturan dan ketertiban internasional. Hegemoni adalah ciri khas dari pendekatannya terhadap ... urusan internasional,” tegas Wang.

Dia menambahkan, “AS, bukan China, yang merusak dan menginjak-injak aturan internasional.”

Baca juga: Anggota Kongres AS: Perjalanan Biden di Kiev Tampar Muka Tiap Warga Amerika

Juru bicara itu melanjutkan dengan mengutip "pelanggaran" oleh militer AS di Irak, Suriah dan Afghanistan, serta penggunaan sanksi untuk "pemaksaan," "penjarahan" dan "eksploitasi," dengan mengatakan kebijakan luar negeri Amerika telah "menciptakan perpecahan dan memicu konfrontasi di seluruh dunia.”

Menurut Wang, intervensi AS di Ukraina juga menunjukkan Washington adalah "sumber masalah daripada 'pembela perdamaian' bagi dunia."

Wang mencatat AS telah membanjiri medan perang Ukraina dengan lebih banyak senjata daripada negara lain mana pun.

Baca juga: Pria Muslim Ini Nikahi Wanita Transgender dalam Upacara Hindu di Hari Valentine

“Itu membuat orang bertanya-tanya… apakah AS merasa perlu untuk mengatakan kepada dunia bahwa ia menginginkan perdamaian, namun duduk dan menonton industri pertahanannya mengisi kantong mereka,” tegas Wang.

Komentar Sherman tentang China dibuat awal bulan ini di acara yang diselenggarakan Brookings Institution, think tank yang berbasis di Washington DC, di mana diplomat senior berulang kali berbicara tentang "tantangan" yang ditimbulkan Beijing.

“Kita telah mengetahui bahwa Republik Rakyat China (RRC) adalah tantangan geopolitik yang mondar-mandir di zaman kita, tantangan yang akan menguji diplomasi Amerika seperti beberapa masalah dalam ingatan baru-baru ini. Kita menyadari bahwa RRC adalah satu-satunya pesaing dengan maksud dan sarana untuk membentuk kembali tatanan internasional berbasis aturan,” ujar Sherman, menuduh China melakukan kebijakan “agresif” di luar negeri.

Meski Sherman juga menyalahkan RRC atas "pelanggaran yang jelas terhadap kedaulatan nasional kita dan hukum internasional" setelah satu balon ketinggian China melayang ke wilayah udara AS pada akhir Januari, Wang menolak anggapan benda itu dimaksudkan untuk spionase.

“Meskipun China berulang kali berkomunikasi, AS menutup mata terhadap fakta-fakta sederhana dan menganyam narasi ‘balon mata-mata’,” papar Wang.

Wang menambahkan, “Presiden AS Joe Biden memberikan perintah dan jet tempur AS secara terang-terangan menembak jatuh pesawat China. Ini adalah contoh lain dari hegemoni AS.”

Ketegangan AS-China telah meningkat secara signifikan selama setahun terakhir, dengan hubungan yang memburuk dengan cepat setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan musim panas lalu.

Selain sanksi baru yang dijatuhkan atas insiden balon, pemerintahan Biden juga telah melakukan transit hampir setiap bulan di Selat Taiwan yang disengketakan dengan kapal perang AS, meskipun banyak peringatan dari Beijing.

China masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Berita Terkini
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved