Mantan Dokter Gedung Putih: Pemeriksaan Medis Biden Ditutupi

Senin, 20 Februari 2023 - 20:07 WIB
loading...
Mantan Dokter Gedung...
Mantan dokter Gedung Putih sekaligus anggota DPR dari Partai Republik Ronny Jackson. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Mantan dokter Gedung Putih sekaligus anggota DPR dari Partai Republik Ronny Jackson, menuduh pemerintah Amerika Serikat (AS) saat ini berusaha menyembunyikan kebenaran tentang kesehatan mental Presiden Joe Biden setelah pemeriksaan medis terbarunya.

Pada Kamis (16/2/2023) lalu, Gedung Putih mengeluarkan ringkasan status kesehatan Biden berdasarkan tinjauan riwayat medis dan "pemeriksaan fisik mendetail".

Ditemukan bahwa presiden “tetap sehat, kuat, pria berusia 80 tahun,” dan benar-benar fit untuk menjalankan tugasnya.

Presiden AS tidak memiliki kewajiban hukum untuk lulus tes medis tahunan dan merilis hasilnya, tetapi secara tradisional memilih melakukannya, dengan setiap pemerintahan memutuskan sendiri tes mana yang harus dijalani presiden.

Baca juga: Diam-diam Biden Tiba di Ukraina, Kunjungan Pertama Sejak Perang

Jackson (Partai Republik Texas), yang menjabat sebagai dokter Gedung Putih di era mantan Presiden Donald Trump dan Barack Obama, melontarkan kritik pedas terhadap tes Biden pada Jumat.

Dia mengklaim publik Amerika "tidak belajar apa-apa" darinya.

“Apakah dia menggunakan obat APAPUN untuk mengobati penurunan mentalnya? Tes ini adalah JOKE. DITUTUPI!!" tulis dia dalam posting di Twitter.

Baca juga: Hongaria Ungkap Musuh Sejati Uni Eropa

Dia juga menunjukkan, tidak seperti pendahulunya, Biden tidak mengikuti tes kognitif. “Trump punya satu, mengapa bukan dia? Kemampuan Biden untuk berpikir dan bernalar HILANG! Dia TIDAK HARUS menjadi Presiden!!” tegas Jackson.

Berbicara kepada Fox News Digital, anggota DPR Partai Republik itu juga mengklaim, "Mayoritas orang Amerika dapat melihat bahwa kesehatan mental Biden sedang menurun total."

Dia melanjutkan dengan menunjukkan tes presiden “lebih jauh menegaskan bahwa pemerintahan ini masih bersikeras menyembunyikan kebenaran.”

Kurangnya informasi tentang kondisi mental Biden "mengkhawatirkan", menurut mantan dokter itu.

Dia mengaku telah mengirim tiga surat ke Gedung Putih menuntut agar kondisi mental presiden AS dievaluasi, yang semuanya telah diabaikan.

“Semua orang bisa melihat ada yang salah, menutup-nutupi harus diakhiri,” tegas dia.

Komentar Jackson muncul ketika Jajak Pendapat CAPS-Harris Harvard yang baru menemukan pada Jumat bahwa 57% orang Amerika meragukan kebugaran mental Biden, dengan 67% berpikir dia tampaknya terlalu tua untuk memimpin negara.

Spekulasi tentang sikap presiden AS telah didukung oleh kesalahannya yang berulang. Awal bulan ini, dalam upaya menunjukkan keragaman gender dalam pemerintahannya, Biden mengatakan, “Lebih dari separuh perempuan dalam pemerintahan saya adalah perempuan.”

Insiden lain yang sekarang terkenal terjadi pada September ketika presiden berbicara kepada orang banyak, memanggil anggota DPR Jackie Walorski.

Walorski meninggal dalam kecelakaan mobil, dengan Biden sendiri berduka atas kematiannya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Profil Djamari Chaniago,...
Profil Djamari Chaniago, Mantan Pangkostrad yang Dilantik Jadi Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved