Mengapa BRICS Sangat Penting untuk Rusia?

Kamis, 16 Februari 2023 - 16:09 WIB
loading...
A A A
Tak hanya itu, BRICS juga dinilai potensial oleh Rusia. Rusia dapat mengurangi ketergantungan terhadap ekspor impor ke Barat serta memberi peluang ke negara anggota BRICS yang mempunyai potensi lebih. Sebut saja, Afrika Selatan dengan potensi sumber daya alam, India dengan potensi teknologi nuklir, Brasil dengan potensi produksi pangan, serta China dengan kekuatan ekonomi yang dimilikinya.

Tak hanya itu, Rusia menjadikan NDB (New Development Bank) sebagai alternatif dari World Bank serta BRICS CRA (BRICS Contingent Reserve Arrangement) sebagai alternatif dari IMF (International Monetary Fund).

Pada awalnya, Rusia tidak antusias dengan proyek yang didorong China, namun setelah keanggotaan Rusia di G8 ditangguhkan, Rusia pun setuju untuk memfasilitasi.

NDB dianggap sebagai alat penting dalam meningkatkan peran serta daya tarik BRICS guna pembangunan global serta untuk kebutuhan negara-negara anggota BRICS. NDB menarik untuk Rusia. Pasalnya, sanksi internasional yang dijatuhkan ke Rusia karena invasi Ukraina telah membatasi akses pendanaan. Sanksi yang dijatuhkan ke Rusia ini telah membatasi beberapa bank serta perusahaan minyak, pelarangan transaksi senjata, hingga membekukan aset individu yang berada di lingkaran Putin.

Secara keseluruhan, BRICS penting untuk Rusia, karena BRICS dapat menjaga keseimbangan dengan negara yang lebih kuat atau maju. Bagi Rusia, BRICS tidak merugikan serta telah digunakan untuk menegaskan kembali posisinya sebagai pemain penting dalam struktur tata kelola global non-Barat. Masa depan BRICS dipengaruhi hubungan Rusia-China yang lebih dekat, terutama kesiapan Rusia dalam membuat kompromi dengan China.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Bertemu Dubes dan Diaspora...
Bertemu Dubes dan Diaspora Indonesia di Rusia, Menko AHY Ajak Kolaborasi untuk Pembangunan Nasional
Slovenia Larang Pesawat...
Slovenia Larang Pesawat Israel Mendarat di Bandaranya, Kenapa?  
Rekomendasi
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved