Anggota Parlemen Jerman Khawatirkan Pasokan Senjata ke Ukraina Picu Perang Nuklir

Rabu, 15 Februari 2023 - 15:25 WIB
loading...
A A A
Menurutnya, memperpanjang konflik pilihan yang tidak masuk akal. "Efek perang di Ukraina dan perang ekonomi Barat melawan Rusia sangat dramatis. Hal ini terutama berlaku untuk negara-negara Global South, yang sangat menderita akibat meroketnya harga pangan dan energi. Di Eropa dan terutama di Jerman, perang ekonomi yang tidak masuk akal sama saja dengan amputasi diri ekonomi", - katanya.

Baca: Jerman Bakal Produksi Lagi Amunisi Tank Anti-Pesawat Gepard untuk Ukraina

Dagdalen mengkritik pasokan tank ke Ukraina sebelumnya. Menurutnya, Kanselir Jerman Olaf Scholz harus datang dengan inisiatif diplomatik tentang gencatan senjata dan negosiasi yang berorientasi pada perdamaian.

Pada tanggal 25 Januari, pemerintah Jerman mengkonfirmasi akan mengirimkan 14 tank Leopard 2 ke Ukraina dan akan mengeluarkan izin bagi negara lain untuk mengekspor kembali kendaraan ini. Menurut Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius, tank Leopard 2 akan dikirim ke Ukraina pada akhir Maret.

Negara-negara lain, khususnya Inggris, Norwegia, Polandia, Slovakia, dan Prancis, juga telah mengumumkan niat mereka untuk menyediakan tank buatan Barat kepada Kiev. Kiev mengharapkan untuk menerima hingga 140 tank dari 12 negara pada gelombang pertama.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Sejarawan dan Akademisi...
Sejarawan dan Akademisi Apresiasi Kepemimpinan Wali Kota Agustina Selamatkan Artefak dan Arsip Kemaritiman
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Gus Falah: HUT ke-80...
Gus Falah: HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Kedekatan Polri dengan Rakyat
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved