Sebut Eropa Sedang Perang Lawan Rusia, Menlu Jerman Berikan Klarifikasi

Minggu, 12 Februari 2023 - 02:35 WIB
loading...
Sebut Eropa Sedang Perang...
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock memberikan klarifikasi soal komentarnya bahwa Uni Eropa sedang perang melawan Rusia. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Annalena Baerbock mengakui bahwa komentar kontroversialnya tentang Uni Eropa yang sedang berperang dengan Rusia adalah sebuah kesalahan. Dia pun memberikan klarifikasi atas komentarnya akhir bulan lalu di hadapan Dewan Eropa.

Baerbock meencatat, bagaimanapun, bahwa pesan umum itu sendiri—bahwa benua Eropa harus bersatu dalam dukungannya untuk Ukraina—masih berlaku.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Der Tagesspiegel, yang diterbitkan pada hari Sabtu (11/2/2023), Baerbock ditanya apakah menurutnya Jerman berperang dengan Rusia.

Dia menjawab negatif tetapi menambahkan, "Dengan menyerang Ukraina, Moskow juga menyerang tatanan perdamaian Eropa kita."

Baca juga: Menlu Jerman: Uni Eropa Berperang Lawan Rusia

Mengklarifikasi ucapannya sebelumnya, di mana dia mengatakan Uni Eropa sedang berperang melawan Rusia, Menlu Baerbock mengeklaim bahwa konteks adalah kunci untuk memahaminya dengan benar.

Baerbock menceritakan bagaimana dia harus menangkis tuduhan bahwa Jerman tidak berbuat cukup untuk menopang Ukraina pada saat itu, dengan kritik yang mengutip penolakan Berlin untuk menyediakan tank ke Kiev.

“Itulah mengapa saya memperjelas bahwa kami mendukung Ukraina dalam pembelaannya sendiri,” ujar diplomat perempuan tersebut.

Dia menambahkan bahwa dia juga mencoba untuk mengomunikasikan hal lain, bahwa serangan Moskow telah menargetkan seluruh arsitektur keamanan Eropa, dan bukan hanya tetangganya.

Menurut Baerbock, kata-katanya sengaja disalahtafsirkan oleh apa yang dia sebut sebagai “propaganda rezim Rusia".

Dia menyimpulkan dengan mengutip pepatah Jerman: "Orang yang tidak membuat kesalahan, tidak hidup."

Mengomentari pernyataan Baerbock, Moskow mengatakan pada saat itu bahwa komentar Menlu Jerman tersebut hanya menunjukkan bahwa Barat telah merencanakan konflik saat ini selama bertahun-tahun.

Pilihan kata-katanya juga tidak cocok dengan sejumlah politisi di dalam negeri Jerman, baik di kanan maupun kiri spektrum politik.

Media Jerman, Bild, mengeklaim bahwa kantor Kanselir Olaf Scholz semakin tidak puas dengan kinerja Baerbock, dan dilaporkan mencatat kesalahan langkahnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved