Indonesia-Australia Kerjasama Dalam Penelitian Covid-19
Rabu, 15 Juli 2020 - 18:39 WIB
loading...
Lembaga sains nasional Australia, CSIRO, akan bekerja dengan mitra penelitian Indonesia untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketanggapan pandemi di Indonesia. Foto/Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Lembaga sains nasional Australia, CSIRO, akan bekerja dengan mitra penelitian Indonesia untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketanggapan pandemi di Indonesia. Selain itu, kerjasama ini juga dimaksudkan untuk mempercepat hasil penelitian bersama terkait Covid-19.
Kemitraan ini akan mengacu pada respons Covid-19 CSIRO, termasuk keahlian dalam membangun model pengujian vaksin dan analisis data untuk memberikan wawasan tentang munculnya hotspot penyakit-penyakit baru.
( Baca juga: Bertambah 1.522, Kini Ada 80.094 Kasus Positif Covid-19 di Indonesia )
Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan mengatakan, Australia senang bekerjasama dengan Indonesia untuk mendukung kemitraan yang mendorong kolaborasi ilmiah dalam isu-isu penting untuk respons.
“Pandemi global telah mempengaruhi Australia dan tetangga kami di Indo-Pasifik secara mendalam dan mengelola dampak sosial, ekonomi dan kesehatan dari COVID-19 yang sekarang merupakan tantangan besar bagi kawasan kita,” ucapnya dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Rabu (15/7/2020).
Profesor Amin Soebandrio, Ketua Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di bawah Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia mengaku menyambut baik pengumuman kemitraan tersebut.
Dia mengatakan, pihaknya bekerja keras untuk membantu Pemerintah Indonesia dalam memerangi Covid-19 dan salah satu tugas yang diberikan kepada Eijikman adalah menciptakan platform pengembangan vaksin untuk Covid-19 dan penyakit menular baru lainnya.
"Kami menyambut kolaborasi internasional seperti kehadiran dan kontribusi CSIRO dalam Panel Penasihat Teknis Ahli Eijkman Institute," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Eksekutif CSIRO, Larry Marshall, mengatakan CSIRO bekerja dengan mitra di seluruh dunia untuk berbagi respons multidisiplinnya terhadap krisis global, dari pengujian dan pembuatan vaksin, hingga analitik dan genetika prediktif.
( Baca juga: Pandemi Memburuk, WHO: Banyak Negara Bergerak ke Arah yang Salah )
“CSIRO telah mempersiapkan pandemi karena kemitraan global kami membantu kami melihat masa depan – persiapan itu memungkinkan kami mencapai landasan dengan respons Covid-19 kami,” ucap Marshall.
“Bermitra dengan tetangga global kami adalah cara kami memberikan solusi dari sains yang dibutuhkan dunia, jadi bermitra dengan Indonesia dan negara-negara lain berarti kita dapat saling belajar, melindungi kesehatan rakyat kita dengan lebih baik, dan menangani krisis global ini bersama-sama," tukasnya.
Kemitraan ini akan mengacu pada respons Covid-19 CSIRO, termasuk keahlian dalam membangun model pengujian vaksin dan analisis data untuk memberikan wawasan tentang munculnya hotspot penyakit-penyakit baru.
( Baca juga: Bertambah 1.522, Kini Ada 80.094 Kasus Positif Covid-19 di Indonesia )
Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan mengatakan, Australia senang bekerjasama dengan Indonesia untuk mendukung kemitraan yang mendorong kolaborasi ilmiah dalam isu-isu penting untuk respons.
“Pandemi global telah mempengaruhi Australia dan tetangga kami di Indo-Pasifik secara mendalam dan mengelola dampak sosial, ekonomi dan kesehatan dari COVID-19 yang sekarang merupakan tantangan besar bagi kawasan kita,” ucapnya dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Rabu (15/7/2020).
Profesor Amin Soebandrio, Ketua Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di bawah Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia mengaku menyambut baik pengumuman kemitraan tersebut.
Dia mengatakan, pihaknya bekerja keras untuk membantu Pemerintah Indonesia dalam memerangi Covid-19 dan salah satu tugas yang diberikan kepada Eijikman adalah menciptakan platform pengembangan vaksin untuk Covid-19 dan penyakit menular baru lainnya.
"Kami menyambut kolaborasi internasional seperti kehadiran dan kontribusi CSIRO dalam Panel Penasihat Teknis Ahli Eijkman Institute," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Eksekutif CSIRO, Larry Marshall, mengatakan CSIRO bekerja dengan mitra di seluruh dunia untuk berbagi respons multidisiplinnya terhadap krisis global, dari pengujian dan pembuatan vaksin, hingga analitik dan genetika prediktif.
( Baca juga: Pandemi Memburuk, WHO: Banyak Negara Bergerak ke Arah yang Salah )
“CSIRO telah mempersiapkan pandemi karena kemitraan global kami membantu kami melihat masa depan – persiapan itu memungkinkan kami mencapai landasan dengan respons Covid-19 kami,” ucap Marshall.
“Bermitra dengan tetangga global kami adalah cara kami memberikan solusi dari sains yang dibutuhkan dunia, jadi bermitra dengan Indonesia dan negara-negara lain berarti kita dapat saling belajar, melindungi kesehatan rakyat kita dengan lebih baik, dan menangani krisis global ini bersama-sama," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :