Dikecam Keras, Keputusan Turki Blokir Akses Twitter Selama 12 Jam

Jum'at, 10 Februari 2023 - 03:30 WIB
loading...
Dikecam Keras, Keputusan...
Dikecam Keras, Keputusan Turki Blokir Akses Twitter Selama 12 Jam. FOTO/Reuters
A A A
ANKARA - Keputusan otoritas Turki untuk memblokir akses ke Twitter selama sekitar 12 jam sejak Rabu (8/2/2023) sore hingga Kamis (9/2/2023) dini hari karena orang-orang berebut untuk menemukan orang yang dicintai setelah gempa bumi dahsyat, telah menambah frustrasi publik terhadap kecepatan upaya bantuan.

Para pemimpin oposisi dan pengguna media sosial mengkritik pelarangan platform tersebut, yang telah membantu orang berbagi informasi tentang kedatangan bantuan dan lokasi mereka yang masih terjebak dalam puing-puing setelah gempa awal pada Senin (6/2/2023).

Baca: Bantu Penanganan Gempa, TNI Kirim Tim Advance ke Turki

Di masa lalu, pemerintah Presiden Tayyip Erdogan telah memblokir media sosial dan fokus dalam beberapa bulan terakhir untuk memerangi apa yang disebutnya "disinformasi". Hal ini diduga mendorong pemblokiran Twitter pada hari Rabu.

Otoritas Turki memulihkan akses penuh ke Twitter pada Kamis pagi, ketika korban tewas akibat gempa di Turki dan negara tetangga Suriah melampaui 17.000.

“Pemerintah Presiden Tayyip Erdogan kehilangan akal sehatnya dan hasilnya adalah teriakan minta tolong yang kurang terdengar. Kami tahu semua yang Anda coba sembunyikan," kata pemimpin oposisi utama CHP, Kemal Kilicdaroglu, seperti dikutip dari Reuters.

Baca: Kerugian Ekonomi Akibat Gempa Dahsyat Turki-Suriah Diprediksi Rp60 Triliun

Seorang pejabat pemerintah yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, langkah itu untuk sementara menghentikan permintaan bantuan yang sebenarnya, tetapi tindakan itu diambil dengan cepat dan layanan kembali normal.

"Ini harus dilakukan karena di beberapa akun ada klaim tidak benar, fitnah, penghinaan, dan postingan dengan tujuan penipuan," kata pejabat itu kepada Reuters. Ia juga mengutip upaya mencuri uang dengan dalih mengumpulkan bantuan.

“Pejabat Turki mengadakan pembicaraan dengan Twitter pada hari Rabu dan mengatakan mereka mengharapkan kerja sama dalam memerangi disinformasi selama pekerjaan bantuan,” kata Wakil Menteri Transportasi Omer Fatih Sayan.

Baca: Gempa Turki-Suriah Tewaskan 17.591 Orang, Korban Mengira Bom Atom

Direktur komunikasi Erdogan, Fahrettin Altun, mengatakan, Twitter bekerja sama dalam pertemuan tersebut dan berjanji untuk mendukung upaya Turki, dan para pejabat berharap dapat bekerja sama dengannya "selama beberapa hari dan minggu ke depan".

"Disinformasi adalah musuh bersama umat manusia dan ancaman besar bagi demokrasi, perdamaian sosial, dan keamanan nasional," katanya di Twitter.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Iran Bantah Luncurkan...
Iran Bantah Luncurkan Rudal ke Pangkalan AS di Arab Saudi
Rekomendasi
Menkes Siap Dukung 4...
Menkes Siap Dukung 4 Langkah BGN untuk MBG
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
Berita Terkini
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Infografis
Mobil KIA EV6 Ini Terbuat...
Mobil KIA EV6 Ini Terbuat dari 350.000 LEGO Selama 800 Jam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved