Perang Drone dan Urat Saraf Pecah Tiap Hari di Perbatasan Ukraina-Belarusia
Jum'at, 03 Februari 2023 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
"Kami telah membentuk kelompok di perbatasan dengan Belarusia, yang siap menghadapi musuh dengan bermartabat," ungkap dia seperti dikutip.
Pejabat Ukraina berpendapat tidak ada yang tahu bagaimana Moskow akan bergerak dalam beberapa bulan mendatang, dan keadaan siaga diperlukan di sepanjang perbatasan.
“(Benteng) dibuat untuk mencegah re-infiltrasi,” papar Oleksandr, “Terjadi atau tidak, kita harus selalu siap.”
Tentara Ukraina bersenjatakan senapan mesin berdiri di parit sedalam lima kaki yang digali ke dalam lantai hutan dan diperkuat dengan papan.
Seorang penduduk desa setempat dengan cepat melewatinya. Kenangan di sini masih segar dari pendudukan sementara ketika pasukan Rusia berusaha mengepung kota utama Chernihiv.
Mereka mundur pada 3 April saat Moskow mengalihkan fokusnya ke provinsi timur Ukraina.
Namun terlepas dari latihan Rusia-Belarusia, masih ada harapan.
“Pertama kali mereka menyerbu, kami tidak memiliki senjata dan tentara (di perbatasan),” ujar Hanna Pokheelko (66) dari desa Koluchivka. "Tapi kali ini kita memilikinya."
Menyerang atau tidak menyerang, Olena dari desa Novi Yarylovychi, khawatir situasi perbatasan berarti dia mungkin tidak akan pernah melihat ibu, saudara laki-laki dan dua saudara perempuannya yang tinggal hanya 3 kilometer jauhnya di satu desa di dalam wilayah Belarusia.
"Saya tidak percaya mereka begitu dekat dan saya tidak bisa melihat mereka," tutur wanita berusia 63 tahun itu.
Dia merupakan warga Belarusia sejak lahir tetapi menikah dengan keluarga Ukraina dan yang tidak memberikan nama lengkapnya karena khawatir dengan keluarganya.
Pejabat Ukraina berpendapat tidak ada yang tahu bagaimana Moskow akan bergerak dalam beberapa bulan mendatang, dan keadaan siaga diperlukan di sepanjang perbatasan.
“(Benteng) dibuat untuk mencegah re-infiltrasi,” papar Oleksandr, “Terjadi atau tidak, kita harus selalu siap.”
Tentara Ukraina bersenjatakan senapan mesin berdiri di parit sedalam lima kaki yang digali ke dalam lantai hutan dan diperkuat dengan papan.
Seorang penduduk desa setempat dengan cepat melewatinya. Kenangan di sini masih segar dari pendudukan sementara ketika pasukan Rusia berusaha mengepung kota utama Chernihiv.
Mereka mundur pada 3 April saat Moskow mengalihkan fokusnya ke provinsi timur Ukraina.
Namun terlepas dari latihan Rusia-Belarusia, masih ada harapan.
“Pertama kali mereka menyerbu, kami tidak memiliki senjata dan tentara (di perbatasan),” ujar Hanna Pokheelko (66) dari desa Koluchivka. "Tapi kali ini kita memilikinya."
Menyerang atau tidak menyerang, Olena dari desa Novi Yarylovychi, khawatir situasi perbatasan berarti dia mungkin tidak akan pernah melihat ibu, saudara laki-laki dan dua saudara perempuannya yang tinggal hanya 3 kilometer jauhnya di satu desa di dalam wilayah Belarusia.
"Saya tidak percaya mereka begitu dekat dan saya tidak bisa melihat mereka," tutur wanita berusia 63 tahun itu.
Dia merupakan warga Belarusia sejak lahir tetapi menikah dengan keluarga Ukraina dan yang tidak memberikan nama lengkapnya karena khawatir dengan keluarganya.
(sya)
Lihat Juga :