'Terorisme Sushi' Gegerkan Jepang
Jum'at, 03 Februari 2023 - 19:52 WIB
loading...
A
A
A
Sementara sejumlah kecil insiden hampir tidak menunjukkan gelombang kejahatan sushi, video tersebut telah memicu kegemparan di Jepang, di mana industri ini diperkirakan bernilai USD5,7 miliar atau sekitar Rp85 triliun.
Sebagian besar kemarahan diberikan kepada para pelaku yang menunjukkan penghinaan terhadap standar kebersihan negara Jepang yang tinggi.
"Ini memuakkan," tulis seorang pengguna Twitter, dengan yang lain menambahkan: "Saya tidak bisa pergi ke restoran sushi sabuk konveyor lagi."
Sushiro, pemimpin pasar restoran sushi, pekan ini mengatakan bahwa pria yang membuat video viral tersebut telah meminta maaf, bersama dengan orang tuanya, namun menambahkan bahwa pihaknya telah mengajukan kasus pidana dan perdata atas perbuatan tersebut.
Video tersebut mendorong Sushiro untuk mengganti semua botol kecap restoran dan mencuci kembali cangkir tehnya. Restoran itu juga telah berhenti menempatkan bumbu dan peralatan di setiap meja di restoran, dan meminta pengunjung untuk mengambilnya dari tempat penyajian, bunyi laporan media Jepang.
Baca: PM Jepang Berupaya Keras Hentikan Penyusutan Populasi
Dua rantai restoran lainnya, Hama Sushi dan Kura Sushi, juga mengatakan mereka berencana untuk mengambil tindakan hukum, dengan yang terakhir berencana memasang kamera di atas ban berjalan untuk memantau pelanggan, lapor kantor berita Jiji.
Sebagian besar kemarahan diberikan kepada para pelaku yang menunjukkan penghinaan terhadap standar kebersihan negara Jepang yang tinggi.
"Ini memuakkan," tulis seorang pengguna Twitter, dengan yang lain menambahkan: "Saya tidak bisa pergi ke restoran sushi sabuk konveyor lagi."
Sushiro, pemimpin pasar restoran sushi, pekan ini mengatakan bahwa pria yang membuat video viral tersebut telah meminta maaf, bersama dengan orang tuanya, namun menambahkan bahwa pihaknya telah mengajukan kasus pidana dan perdata atas perbuatan tersebut.
Video tersebut mendorong Sushiro untuk mengganti semua botol kecap restoran dan mencuci kembali cangkir tehnya. Restoran itu juga telah berhenti menempatkan bumbu dan peralatan di setiap meja di restoran, dan meminta pengunjung untuk mengambilnya dari tempat penyajian, bunyi laporan media Jepang.
Baca: PM Jepang Berupaya Keras Hentikan Penyusutan Populasi
Dua rantai restoran lainnya, Hama Sushi dan Kura Sushi, juga mengatakan mereka berencana untuk mengambil tindakan hukum, dengan yang terakhir berencana memasang kamera di atas ban berjalan untuk memantau pelanggan, lapor kantor berita Jiji.
Lihat Juga :