Oposisi Turki Berupaya Batasi Kekuasaan Presiden

Selasa, 31 Januari 2023 - 00:30 WIB
loading...
Oposisi Turki Berupaya...
Oposisi Turki Berupaya Batasi Kekuasaan Presiden. FOTO/Reuters
A A A
ANKARA - Oposisi Turki bertekad untuk membatasi kekuasaan presiden dan memperluas hak-hak demokrasi secara luas jika mereka merebut kekuasaan dalam pemilihan presiden dan parlemen 14 Mei mendatang.

Enam partai yang bersatu melawan Presiden Recep Tayyip Erdogan juga berjanji pada 13 Februari untuk menyetujui kandidat bersama untuk pemungutan suara penting—yang secara luas dipandang sebagai yang paling berpengaruh bagi Turki dalam beberapa generasi.

Baca: Tokoh Oposisi Dukung Turki Keluar dari NATO

Program pemilihan oposisi yang telah lama ditunggu-tunggu bertujuan untuk memutar kembali banyak kekuatan yang telah dikumpulkan Erdogan selama dua dekade pemerintahannya. Itu akan membatasi presiden untuk masa jabatan tujuh tahun dan membuat perdana menteri baru bertanggung jawab kepada parlemen.

“Kami akan beralih ke sistem parlementer yang diperkuat. Kami akan mengakhiri kekuasaan presiden untuk mengeluarkan keputusan," sebut pernyataan bersama oposisi Turki, seperti dikutip dari AFP, Senin (29/1/2023).

Erdogan memulai pemerintahannya pada tahun 2003 sebagai perdana menteri dan terpilih sebagai presiden. Dia kemudian melakukan perubahan konstitusi pada tahun 2017 yang menghilangkan jabatan perdana menteri dan menciptakan eksekutif baru yang kuat, yang memungkinkan presiden untuk memerintah secara efektif melalui keputusan.

Oposisi berjanji untuk mengubah konstitusi kembali ke cara kerja di sebagian besar sejarah Turki pasca-Ottoman. Perubahan konstitusi dapat disahkan dengan 400 suara di parlemen dengan 600 kursi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Richard Lee Buka Suara...
Richard Lee Buka Suara usai Jadi Tersangka, Siap Bongkar Fakta di Persidangan
Berita Terkini
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved