Israel Akui Tembak Mati Pria Palestina Tanpa Alasan
Selasa, 24 Januari 2023 - 20:20 WIB
loading...
Israel Akui Tembak Mati Pria Palestina Tanpa Alasan. FOTO/Reuters
A
A
A
TEPI BARAT - Seorang pria Palestina yang pekan lalu ditembak mati oleh tentara Israel , belakangan diakui tidak menimbulkan ancaman atau bahaya dan seharusnya tidak kehilangan nyawanya. Tentara Israel mengakui hal itu pada Senin (23/1/2023).
Ahmed Kahla (46), dari Ramon, dekat Silwad di Tepi Barat yang diduduki, ditembak di leher dari jarak dekat di sebuah pos pemeriksaan militer. Insiden mematikan itu terjadi pada 15 Januari silam.
Baca: Pasukan Israel Kembali Tembak Mati Pria Palestina, Korban ke-18 sejak Awal 2023
Seperti dilaporkan Arab News, semula tentara Israel menyatakan bahwa Kahla ditembak karena dia keluar dari mobilnya dengan pisau di tangannya dan berlari ke arah tentara dengan maksud untuk menikam mereka.
Putra Kahla, Qusai (20), yang bersama ayahnya saat itu, mengatakan mobil mereka dihentikan di pos pemeriksaan dan seorang tentara yang menembakkan granat kejut yang mengenai atap kendaraan.
Ketika Kahla bertanya mengapa mereka diserang, seorang petugas menggunakan semprotan merica dan menariknya dari kendaraan sebelum tentara tersebut menembaknya hingga tewas.
Investigasi militer menemukan bahwa Kahla tidak berniat melakukan serangan penikaman dan "insiden itu seharusnya tidak berakhir dengan kematian."
Ahmed Kahla (46), dari Ramon, dekat Silwad di Tepi Barat yang diduduki, ditembak di leher dari jarak dekat di sebuah pos pemeriksaan militer. Insiden mematikan itu terjadi pada 15 Januari silam.
Baca: Pasukan Israel Kembali Tembak Mati Pria Palestina, Korban ke-18 sejak Awal 2023
Seperti dilaporkan Arab News, semula tentara Israel menyatakan bahwa Kahla ditembak karena dia keluar dari mobilnya dengan pisau di tangannya dan berlari ke arah tentara dengan maksud untuk menikam mereka.
Putra Kahla, Qusai (20), yang bersama ayahnya saat itu, mengatakan mobil mereka dihentikan di pos pemeriksaan dan seorang tentara yang menembakkan granat kejut yang mengenai atap kendaraan.
Ketika Kahla bertanya mengapa mereka diserang, seorang petugas menggunakan semprotan merica dan menariknya dari kendaraan sebelum tentara tersebut menembaknya hingga tewas.
Investigasi militer menemukan bahwa Kahla tidak berniat melakukan serangan penikaman dan "insiden itu seharusnya tidak berakhir dengan kematian."
Lihat Juga :