Seteru Rusia dengan Negara NATO Memanas, Saling Usir Dubes

Selasa, 24 Januari 2023 - 08:41 WIB
loading...
Seteru Rusia dengan...
Seteru Rusia dengan anggota NATO Estonia semakin memanas. Kedua pihak saling mengusir duta besar satu sama lain. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Perseteruan antara Rusia dengan negara Baltik anggota NATO , Estonia, semakin memanas. Kedua pihak saling mengusir duta besar (dubes) satu sama lain.

Estonia menyuruh duta besar Rusia untuk pergi setelah Moskow mengatakan pihaknya menurunkan hubungan diplomatik, menuduhnya bersikap "Russofobia total".

Tiga negara Baltik; Estonia, Latvia, dan Lithuania, termasuk di antara sekelompok sekutu NATO yang mendesak Jerman untuk mengirim tank tempur Leopard ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia.

Baca juga: Dmitry Medvedev: AS dan Sekutu Picu Perang Dunia III dengan Bersiap Serang Rusia

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan telah memberi tahu duta besar Estonia bahwa dia harus pergi bulan depan, dan perwakilan diplomatik Tallinn di Moskow hanya akan diwikili oleh kuasa usaha.

Estonia menanggapi dengan baik, menyuruh utusan Rusia untuk pergi pada 7 Februari. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Urmas Reinsalu.

"Kami akan terus mendukung Ukraina karena Rusia sedang merencanakan serangan besar-besaran, dan kami meminta negara-negara lain yang berpikiran sama untuk meningkatkan bantuan mereka ke Ukraina," kata Reinsalu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Selasa (24/1/2023).

Latvia, dalam solidaritas dengan Estonia, memerintahkan kepada utusannya di Moskow untuk pergi pada 27 Februari. Itu disampaikan Menteri Luar Negeri Edgars Rinkevics.

Kedua negara Baltik itu mengatakan mereka menurunkan hubungan diplomatik mereka dengan Rusia ke tingkat charge d'affairs.

Lithuania mengusir utusan Rusia pada bulan April dan menurunkan hubungan diplomatik setelah Ukraina menuduh pasukan Rusia membunuh warga sipil di kota Bucha.

Baca juga: Sekutu NATO Gagal Sepakat, Tak Ada Tank Leopard untuk Ukraina

Moskow mengatakan langkahnya pada hari Senin sebagai tanggapan atas keputusan Estonia untuk mengurangi jumlah personel kedutaan Rusia di Tallinn.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kepemimpinan Estonia dengan sengaja menghancurkan seluruh hubungan dengan Rusia. Russofobia total, penanaman permusuhan terhadap negara kami telah diangkat oleh Tallinn ke peringkat kebijakan negara," katanya.

Mengomentari penurunan hubungan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan: "Rezim Estonia telah mendapatkan apa yang pantas."

Estonia mengatakan kepada Rusia pada 11 Januari akan mengurangi jumlah diplomat di kedutaan besarnya di Tallinn menjadi delapan orang, setara dengan jumlah diplomat Estonia di Moskow.

Ketiga negara Baltik bergabung dengan beberapa sekutu Barat lainnya minggu lalu dalam mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
Kabar Duka, Mantan Dubes...
Kabar Duka, Mantan Dubes Prof Bachtiar Aly Meninggal Dunia
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
1.404 Orang Lulus IPDN,...
1.404 Orang Lulus IPDN, Tito Dorong Lulusan Ciptakan Kebijakan Berlandaskan Pengetahuan
Febrie Adriansyah Sarapan...
Febrie Adriansyah Sarapan Bareng Tahanan KPK, Pengacara: Lauknya Telur Ceplok dan Bihun
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan usai Bos BI Mundur, Begini Arahannya
Berita Terkini
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved