Rasmus Paludan Bakar Al-Qur'an karena Protes terhadap Islam dan Erdogan

Senin, 23 Januari 2023 - 07:31 WIB
loading...
Rasmus Paludan Bakar...
Rasmus Paludan, politisi anti-Islam, membakar Al-Quran di luar Kedutaan Turki di Stockholm, Swedia. Foto/REUTERS
A A A
STOCKHOLM - Rasmus Paludan , politisi anti-Islam, telah membakar salinan Al-Qur'an di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia, pada Sabtu. Dia melakukannya sebagai protes terhadap Islam dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Itu terungkap dari izin yang diberikan polisi setempat kepada Paludan untuk menggelar aksinya.

Mengutip Reuters, Senin (23/1/2023), dalam izin yang diperolehnya dari polisi, disebutkan bahwa protesnya dilakukan terhadap Islam dan apa yang disebut upaya Presiden Erdogan untuk memengaruhi kebebasan berekspresi di Swedia.

Paludan merupakan pemimpin partai politik sayap kanan Denmark, Hard Line.

Baca juga: 1,5 Miliar Muslim Terluka, Ini Reaksi Dunia atas Pembakaran Al-Qur'an di Swedia

Paludan, warga Denmark dan Swedia, pernah mengadakan sejumlah demonstrasi di masa lalu di mana dia membakar Al-Qur'an.

Aksi terbarunya menuai protes keras dari banyak negara Islam dan negara mayoritas muslim.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengutuk keras otoritas Swedia karena mengizinkan Paludan membakar Al-Qur'an.

“Kementerian Luar Negeri menegaskan posisi tegas Kerajaan menyerukan pentingnya menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi dan koeksistensi, serta menolak kebencian dan ekstremisme,” kata kementerian itu dalam pernyataan yang diunggah di akun Twitter-nya.

Pemerintah Indonesia pada hari Minggu juga mengutuk keras aksi tersebut.

"Indonesia mengutuk keras aksi pembakaran kitab suci Al-Qur'an oleh Rasmus Paludan, politisi Swedia, di Stockholm," tulis Kementerian Luar Negeri Indonesia di Twitter.

Baca juga: Tak Pernah Kapok Bakar Al-Qur'an, Inilah Sisi Gelap Ramus Paludan

Kementerian tersebut menyebut aksi penistaan kitab suci umat Islam telah melukai dan menodai toleransi umat beragama.

Kementerian Luar Negeri juga menggarisbawahi kebebasan berekspresi harus dilakukan secara bertanggung jawab.

Protes keras juga disampaikan Turki, Yordania, Kuwait, Iran, Uni Emirat Arab, Mesir, Pakistan, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Apakah Turki Target...
Apakah Turki Target Israel Berikutnya setelah Iran?
Suami Bejat, Terbukti...
Suami Bejat, Terbukti Bantu 120 Pria Beli Layanan Seks Istrinya
Erdogan Tegaskan Turki...
Erdogan Tegaskan Turki Siap Mainkan Peran dalam Redakan Ketegangan AS-Iran
Erdogan Tawari Trump...
Erdogan Tawari Trump Telekonferensi dengan Iran untuk Redam Potensi Perang
Lupakan Pil, Dokter...
Lupakan Pil, Dokter Swedia Mulai Resepkan Traveling untuk Penyebuhan Penyakit
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved