Rusia Peringatkan Barat tentang Tragedi Global

Senin, 23 Januari 2023 - 00:01 WIB
loading...
Rusia Peringatkan Barat...
Juru bicara Duma Negara Rusia Vyacheslav Volodin. Foto/sputnik
A A A
MOSKOW - "Tragedi global" dapat terjadi pada umat manusia jika Barat terus memasok senjata ke Ukraina. Peringatan itu diungkapkan anggota parlemen senior Rusia Vyacheslav Volodin yang menjabat sebagai juru bicara Duma Negara.

Dia menyarankan agar Moskow dapat membalas dengan senjata yang lebih kuat, jika wilayahnya terancam.

Pernyataan Volodin muncul beberapa hari setelah pertemuan di pangkalan udara Amerika Serikat (AS) Ramstein di Jerman, saat kekuatan Barat berjanji tetap mendukung Kiev.

Pada Minggu, Volodin turun ke Telegram untuk menunjukkan, “Jika senjata yang disediakan oleh AS dan sesama negara anggota NATO digunakan untuk menyerang kota-kota sipil dan mencoba merebut wilayah kami, seperti yang mereka ancam (lakukan), Moskow akan menanggapi dengan senjata yang lebih kuat."

Baca juga: Rusia Resmi Rebut Desa Strategis Klescheevka dari Ukraina, Barat Makin Ketar-ketir

Anggota parlemen Rusia itu melanjutkan dengan berpendapat pejabat Barat harus menyadari tanggung jawab mereka mencegah skenario seperti itu.

“Dengan mempertimbangkan keunggulan teknologi senjata Rusia, politisi asing yang membuat keputusan seperti itu perlu memahami: ini bisa menjadi tragedi global yang akan menghancurkan negara mereka,” tegas Volodin.

Kepemimpinan Ukraina bersikeras mendapatkan kembali kendali atas semua wilayah yang berada di dalam perbatasan yang ditetapkan setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Baca juga: Tak Pernah Kapok Bakar Al-Quran, Inilah Sisi Gelap Rasmus Paludan

Kiev mengatakan siap untuk merebut kembali wilayah tersebut dengan paksa jika Moskow menolak untuk melepaskannya.

Crimea menjadi bagian dari Rusia setelah referendum pada tahun 2014, sementara empat wilayah lainnya mengikuti tahun lalu.

Pada Rabu, New York Times, mengutip beberapa pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan pemerintahan Presiden AS Joe Biden sekarang lebih cenderung mempertimbangkan memberi Ukraina kemampuan serangan yang diperlukan untuk mencapai target di Crimea.

Tepat sebelum pertemuan Ramstein pada 20 Januari, AS mengumumkan paket bantuan pertahanan baru untuk Ukraina senilai USD2,5 miliar.

Ini termasuk, antara lain, Kendaraan Tempur Infanteri Bradley, pengangkut personel lapis baja Stryker, kendaraan yang dilindungi dari serangan ranjau, Humvee, serta 20.000 butir peluru artileri reguler dan 600 butir peluru 155 mm berpemandu presisi.

Selain itu, Washington berjanji memasok Kiev dengan lebih banyak rudal untuk sistem roket peluncuran ganda HIMARS M142 dan MLRS M270.

Awal bulan ini Inggris mengkonfirmasi rencana menyediakan Ukraina dengan sejumlah tank tempur utama Challenger 2.

Namun, sekutu Barat gagal mengamankan kesepakatan dari Jerman untuk mengirim tank Leopard 2 ke Kiev.

Selain Bradley dan Stryker Amerika, Ukraina akan menerima kendaraan tempur lapis baja AMX-10 RC Prancis, yang oleh beberapa ahli digambarkan sebagai “tank ringan”.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana mengirimkan perangkat keras tersebut awal bulan ini.

Swedia juga berjanji memberikan kontribusi yang akan mencakup kendaraan tempur infanteri CB-90 dan howitzer self-propelled Archer.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Terbitkan Surat Terbuka,...
Terbitkan Surat Terbuka, Zelensky Ajak Putin Bertemu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Iran Bantah Luncurkan...
Iran Bantah Luncurkan Rudal ke Pangkalan AS di Arab Saudi
Rekomendasi
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved