Rusia Resmi Rebut Desa Strategis Klescheevka dari Ukraina, Barat Makin Ketar-ketir

Minggu, 22 Januari 2023 - 14:45 WIB
loading...
Rusia Resmi Rebut Desa Strategis Klescheevka dari Ukraina, Barat Makin Ketar-ketir
Prajurit Rusia menembakkan howitzer self-propelled 2S1 Gvozdika. Foto/Sputnik/Evgeny Biyatov
A A A
DONETSK - Desa strategis Klescheevka di Wilayah Donetsk Rusia telah dibebaskan dari pasukan Ukraina. Kabar tersebut secara resmi diungkapkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia.

"Relawan unit penyerang dengan dukungan tembakan dari penerbangan taktis dan militer, pasukan rudal dan artileri Distrik Militer Selatan telah membebaskan permukiman Klescheevka," ungkap Kemhan Rusia pada Jumat (20/1/2023).

Sehari sebelumnya, direbutnya Klescheevka diumumkan Yevgeny Prigozhin, kepala perusahaan militer swasta Wagner Group.

Meski permukiman itu sendiri berada di bawah kendali Rusia, pertempuran sengit telah terjadi di pinggirannya. "Lawan menempel di setiap meter tanah," klaim Prigozhin.

Baca juga: AS Desak Ukraina Tak Terpaku Bela Kota Bakhmut, Ada Ancaman Lebih Besar

Klescheevka yang dihuni lebih dari 500 orang sebelum konflik, telah dibentengi dengan kuat oleh militer Ukraina.

Desa itu terletak 9 km barat daya kota Artyomovsk, yang disebut Bakhmut oleh Ukraina.

Perebutan desa tersebut sangat penting bagi operasi Rusia untuk mengepung Artyomovsk, yang merupakan benteng utama dan pusat logistik bagi pasukan Ukraina di Republik Rakyat Donetsk.

Dikuasainya Klescheevka mengikuti perebutan kota utama Soledar pekan lalu, sekitar 15 km timur laut Artyomovsk, dan beberapa desa lain di daerah itu, oleh pasukan Rusia.

Kementerian Pertahanan sebelumnya memuji “tindakan berani dan tanpa pamrih” dari tim penyerang Wagner Group selama pertempuran untuk Soledar, tetapi juga menunjukkan keberhasilan tersebut dicapai oleh “kelompok pasukan campuran”, termasuk unit penerbangan dan artileri.

Barat tampaknya makin ketar-ketir dengan kemajuan pasukan Rusia di wilayah tersebut. Sejumlah negara menyarankan agar Ukraina mewaspadai ancaman yang lebih besar dari Moskow.

(sya)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1365 seconds (10.177#12.26)